Sekjen PDIP Bawa Grand Desain Soekarno Center Mojokerto ke Nadiem

Syahputra Eqqi - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 14:56 WIB
Soekarno Centre
Foto: pemkot Mojokerto
Jakarta -

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, memaparkan grand desain pembangunan Soekarno Centre. Pembangunan ini, katanya, merupakan upaya melestarikan sejarah Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

"Semasa kecil Presiden Soekarno pernah belajar di Sekolah Ongko Loro yang saat ini menjadi kompleks SDN Purwotengah, Kota Mojokerto," ujar Ning Ita dalam keterangan tertulis, Senin (27/9/2021).

Dalam acara menerima kunjungan Sekjen PDI Perjuangan di SDN Purwotengah, Kecamatan Kranggan pada Minggu (26/9) kemarin, wanita yang akrab disapa Ning Ita ini juga secara langsung menjelaskan beberapa peninggalan sejarah yang masih otentik seperti bangunan kelas dan aula, bangku serta papan tulis.

Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyampaikan apresiasinya atas upaya yang dilakukan Ning Ita dalam merawat sebagian kecil dari rekam jejak Bung Karno. Ia juga mengungkapkan bahwa di Sekolah Ongko Loro (Angka Dua) inilah kesadaran kebangsaan Bung Karno mulai terbangun.

"Kami mengapresiasi upaya Ibu Wali Kota Mojokerto yang menjadikan SD Ongko Loro tempat sekolah Soekarno kecil ini bagian dari keseluruhan rekam jejak perjuangan Bung Karno," tutur Hasto.

Lebih lanjut, Hasto memberikan dukungan sepenuhnya, bahkan pihaknya akan berkoordinasi langsung dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim, yang berkaitan sejarah bangsa Indonesia, khususnya terkait Bung Karno.

"Kami akan berkoordinasi dengan Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim, untuk membahas bagaimana program-program yang sangat penting bagi sejarah bangsa khususnya Bunga Karno dapat ditempatkan pada tempat yang sewajarnya," ungkap Hasto.

Selain itu, menurut Hasto, bentuk visualisasi desain galeri Soekarno Center sangat bagus dan memuat rekam jejak perjuangan Bung Karno yang dikombinasikan dengan simbol-simbol kerajaan Majapahit.

Hasto menambahkan, dalam grand design galeri Soekarno Center ini juga ditampilkan berbagai aspek kebudayaan, seperti patung Bung Karno yang ditampilkan dalam tradisi sekolah (SD Ongko Loro) yang juga mengingatkan bagaimana bentuk pendidikan saat itu.

Selain itu, Hasto mengatakan berbagai tempat untuk menampilkan kontemplasi dalam perjalanan Bung Karno juga ditampilkan dengan tetap memperhatikan keaslian dari seluruh tempat bersejarah ini dengan kombinasi desain yang sangat baik.

"Kami memberikan dukungan hanya untuk sentuhan seni, arsitektur karena Bung Karno ini juga pecinta seni sehingga perlu diperkuat dan dengan adanya gamelan yang ada disini menunjukkan Soekarno yang menyampaikan gagasan Indonesia begitu kaya tradisi kebudayaan," pungkasnya.

(mul/ega)