Round-Up

Jejak Kepala Satpam Kompleks Permata Buana Tersangka Pengancaman

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 05:27 WIB

Bantah Ada Pengancaman dan Perampasan

Pihak satpam membantah adanya tindakan perampasan hingga pengancaman seperti yang telah dipersangkakan oleh kepolisian.

Komandan Regu II Kompleks Perumahan Permata Buana, Budiarto, mengatakan polisi menjelaskan kasus itu berawal saat pihaknya menahan mobil yang membawa sejumlah peralatan renovasi dari pelapor bernama Candy. Tindakan dari satpam itu dianggap polisi sebagai bentuk perampasan.

"Jadi kan dia (Candy) mau bikin taman di dalam, jadi bawa pot-pot bunga dan taman kecil. Perintah dari pengurus kami tidak boleh memasukkan barang itu. Jadi kami tetap artinya ini tugas ya kami laksanakan. Kami kan tidak merampas, hanya memindahkan," kata Budiarto saat dihubungi, Sabtu (25/9).

Budiarto menyebut mobil yang berisi peralatan pelapor itu hanya dibawa ke pos satpam. Pihaknya menyebut tidak ada keuntungan materiil yang diterima para satpam atas tindakan tersebut.

"Kita sudah menolak itu bukan perampasan, tapi memindahkan terkait izin. Kan kami perintah karena kami kerja, kami tidak ada kepentingan yang menguntungkan secara materiil. Kalau perampasan itu kan itu dirampas dan dirasakan keuntungannya," jelas Budiarto.

Setelah memeriksa 16 satpam, polisi kemudian menetapkan kepala satpam inisial WH sebagai tersangka. WH dijerat dengan Pasal 335 KUHP tentang pengancaman.

Budiarto pun mempertanyakan penerapan pasal tersebut. Menurutnya, pihaknya tidak pernah melakukan ancaman hingga kekerasan kepada korban.

"Tidak ada ancaman. Saya pikir jauh sekali soal ancaman itu, tidak ada ancaman. Saya nggak tahu kenapa Pasal 335. Ancaman apa ya kita tidak pernah ada kata-kata 'kalau kamu begini, kamu akan begini'. Tidak ada sama sekali," ujar Budiarto.

Terkait video adanya keributan antara satpam dan warga di lokasi, Budiarto membantah adanya tindakan kekerasan yang terjadi saat itu.

"Kita tidak pernah mengancam atau mendahului berbuat keras dan tidak ada kekerasan. Jadi ketika dia pertahankan dan kita pertahankan, kan jarak bicaranya itu dekat. Ketika dia tunjuk-tunjuk 'keluar kamu, keluar kamu' di depan muka, kita cuma menepis tangan itu dan tidak mendorong tangan atau badan," katanya.

Simak Video: Wanita Cantik Asal Bandung, Ahli 'Bongkar' Tulang dan Sendi

[Gambas:Video 20detik]




(fas/fas)