Ustaz Das'ad Koreksi Takmir Buntut Pria Dilarang Tidur di Masjid-Bakar Mimbar

Hermawan Mappiwali - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 18:45 WIB
Ustaz Dasad Latif meminta pengurus masjid lebih sensitif usai mimbar masjid dibakar karena larangan tidur di pelataran masjid.
Ustaz Das'ad Latif meminta pengurus masjid lebih sensitif setelah mimbar masjid dibakar karena larangan tidur di pelataran masjid. (Hermawan Mappiwali/detikcom)
Makassar -

Ustaz Das'ad Latif menyoroti peran Dinas Sosial (Dinsos) Makassar dan Dinsos Sulsel akibat kasus pemuda bakar mimbar Masjid Raya setelah dilarang tidur di pelataran masjid. Dia juga mengoreksi pengurus masjid hingga sekuriti akibat insiden pembakaran tersebut.

Ustaz Das'ad awalnya turut meninjau Masjid Raya Makassar yang mimbarnya dibakar dan meminta warga tak terprovokasi. Selanjutnya dia hadir saat pihak kepolisian melakukan jumpa pers terkait penangkapan pelaku berinisial KB (22). Dia kemudian menyoroti pengurus masjid.

"Satu, ini dikoreksi buat pengurus masjid untuk betul-betul sensitif terhadap kasus seperti ini karena memang ada kadangkala pengurus masjid kalau dilihat orang istirahat disuruh pergi," kata Ustaz Das'ad saat diberi kesempatan menanggapi motif pelaku KB membakar mimbar masjid saat jumpa pers di Polrestabes Makassar, Sabtu (25/9/2021).

Dia mengatakan pelaku bisa saja mencari ketenangan jiwa saat mencoba tidur di masjid. Bisa jadi juga karena pelaku sedang butuh tempat istirahat sehingga tak semestinya diusir.

Dia juga mengatakan pada zaman Nabi Muhammad SAW masjid pada dasarnya multifungsi.

"Jadi koreksi buat kita semua. Zaman Nabi, masjid itu multifungsi, bukan cuma dipakai salat, tapi termasuk fungsi keuangan, fungsi politik, fungsi kesehatan, bahkan mengatur pasukan di masjid. Tapi tentunya di zaman sekarang sudah tidak seperti itu. Tapi tetap ada peluang untuk melakukan itu," katanya.


Ustaz Das'ad Lantas Soroti Dinsos Sulsel dan Makassar

Selanjutnya, Ustaz Das'ad juga menyoroti pihak Dinsos Makassar dan Dinsos Sulsel soal kejadian mimbar Masjid Raya Makassar dibakar. Dia mengatakan tempat beristirahat mestinya banyak disediakan di Makassar oleh dinas terkait.

"Yang ketiga, koreksi buat Dinas Sosial Kota Makassar dan Dinas Sosial Provinsi. Kalau bekerja di Dinas Sosial, orang-orang yang mengingkari tempat untuk istirahat mestinya jadi pelajaran," kata dia.

"Jangan nanti mau dekat pilkada baru mau bekerja, mestinya kejadian-kejadian seperti ini didatangi, mana, kasihan masjid yang banyak orang-orang di situ istirahat karena tidak punya rumah, merantau, mungkin cari kerja di sini," katanya lagi.

Lihat Video: Mimbar Masjid Raya Makassar Dibakar OTK, Pelaku Diidentifikasi!

[Gambas:Video 20detik]