Satpam Kompleks Permata Buana Bantah Ada Pengancaman-Perampasan Warga

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 15:17 WIB
Komandan Regu II Satpam Kompleks Permata Buana Budiarto, menjelaskan soal ribut-ribut dengan warga.
Komandan Regu II Satpam Kompleks Permata Buana Budiarto (Karin/detikcom)
Jakarta -

Polisi telah menetapkan kepala satpam Kompleks Perumahan Permata Buana inisial WH sebagai tersangka terkait keributan dengan warga di lokasi. Pihak satpam membantah adanya tindakan perampasan hingga pengancaman seperti yang telah dipersangkakan oleh kepolisian.

Komandan Regu II Kompleks Perumahan Permata Buana, Budiarto, mengatakan polisi menjelaskan kasus itu berawal saat pihaknya menahan mobil yang membawa sejumlah peralatan renovasi dari pelapor bernama Candy. Tindakan dari satpam itu dianggap polisi sebagai bentuk perampasan.

"Jadi kan dia (Candy) mau bikin taman di dalam, jadi bawa pot-pot bunga dan taman kecil. Perintah dari pengurus kami tidak boleh memasukkan barang itu. Jadi kami tetap artinya ini tugas ya kami laksanakan. Kami kan tidak merampas, hanya memindahkan," kata Budiarto saat dihubungi, Sabtu (25/9/2021).

Budiarto menyebut mobil yang berisi peralatan pelapor itu hanya dibawa ke pos satpam. Pihaknya menyebut tidak ada keuntungan materiil yang diterima para satpam atas tindakan tersebut.

"Kita sudah menolak itu bukan perampasan, tapi memindahkan terkait izin. Kan kami perintah karena kami kerja, kami tidak ada kepentingan yang menguntungkan secara materiil. Kalau perampasan itu kan itu dirampas dan dirasakan keuntungannya," jelas Budiarto.

Setelah memeriksa 16 satpam, polisi kemudian menetapkan kepala satpam inisial WH sebagai tersangka. WH dijerat dengan Pasal 335 KUHP tentang pengancaman.

Budiarto pun mempertanyakan penerapan pasal tersebut. Menurutnya, pihaknya tidak pernah melakukan ancaman hingga kekerasan kepada korban.

"Tidak ada ancaman. Saya pikir jauh sekali soal ancaman itu, tidak ada ancaman. Saya nggak tahu kenapa Pasal 335. Ancaman apa ya kita tidak pernah ada kata-kata 'kalau kamu begini, kamu akan begini'. Tidak ada sama sekali," ujar Budiarto.

Budiarto membantah ada kekerasan:

Lihat Video: Ribut-ribut Belasan Satpam dengan Warga Kompleks di Jakbar

[Gambas:Video 20detik]