Masih Sosialisasi, Petugas Belum Tindak Pelanggar Gage di Jalur Wisata Bali

Sui Suadnyana - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 08:45 WIB
Ganjil genap di Jalur WIsata di Bali
Ganjil genap di Jalur WIsata di Bali (Foto: Sui Suadnyana/detikcom)
Denpasar -

Petugas gabungan belum memberikan sanksi kepada masyarakat yang melanggar pemberlakuan sistem lalu lintas ganjil-genap (Gage) hari pertama pada obyek wisata di Bali. Aparat masih mengedapankan sosialisasi kepada warga.

"Hari ini tidak ada penindakan, hanya kita beritahu bahwa hari ini sudah berlaku ganjil-genap agar (masyarakat) mulai memperhitungkan. Jadi sebetulnya nanti sudah berlaku ditetapkan untuk pelaksanaan yang betul ya dibalik-kanankan," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gde Wayan Samsi Gunarta kepada wartawan, Sabtu (25/9/2021).

"Kita mau ini dulu sosialisasi, edukasi untuk melihat seperti apa kesiapan masyarakat dan kemudian nanti kita akan lakukan evaluasi berdasarkan hasil pemantauan lapangan," tambah Samsi.

Samsi menegaskan, pihaknya bakal melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat kurang lebih selama seminggu ke depan. Setelah itu, pihaknya akan melakukan evaluasi guna perbaikan ke depannya.

"Rencananya minggu ini (dilakukan sosialisasi) dan kita akan evaluasi. Nah minggu depan kita akan berlakukan kembali berdasarkan hasil evaluasi," jelasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melakukan pembatasan arus lalulintas dengan ganjil-genap pada jalan menuju Pantai Sanur, Kota Denpasar dan Pantai Kuta, Kabupaten Badung. Pemberlakuan sistem ganjil-genap ini dimulai hari ini, 25 September 2021.

Samsi menjelaskan, dasar diberlakukannya sistem ganjil-genap di Bali yakni karena adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Hingga saat ini, Bali masih memberlakukan PPKM level 3 sehingga obyek wisata boleh dibuka namun dengan pembatasan.

"Yang mendasari adalah PPKM. Ini situasi PPKM sebenarnya tidak boleh buka jor-joran. Jadi kita buka artinya mengusahakan di daerah-daerah keramaian itu hanya ada 50 persen dari pengunjung. Karena itu kita bantu melakukan skrining awal (dengan ganjil-genap) sebelum lolos ke pantai," kata dia.

Kebijakan ini diberlakukan sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 16 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan arus lalu lintas dengan sistem ganjil-genap pada daerah tujuan wisata di Provinsi Bali. Terbitnya SE ini, kata Samsi, sebagai dasar pelaksanaan untuk menggerakkan personil di lapangan.