Apakah Penghasilan YouTuber Wajib Zakat? Ini Penjelasan MUI

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 07:14 WIB
PARK CITY, UT - JANUARY 19:  A general view of atmosphere at the YouTube
Ilustrasi (Foto: Gettyimages - Andrew H. Walker)


Fatwa MUI tentang YouTube

Abdul juga menjelaskan bahwa MUI telah memberikan panduan kepada pegiat media sosial dan YouTuber untuk memperhatikan rambu-rambu yang telah dikeluarkan. Hal itu tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017.

"Bagi pegiat sosial media termasuk para YouTuber dalam bermuamalah di sosial media hendaknya dapat menjadikan Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 sebagai panduan. Terdapat beberapa poin ketentuan hukum yang diatur dalam Fatwa MUI terkait hukum bagi pegiat sosial," tuturnya.

Abdul mengatakan ada 5 poin dalam panduan itu. Berikut isinya:

1. Memproduksi menyebarkan dan/atau membuat dapat diaksesnya konten/informasi tentang hoaks, ghibah, fitnah, namimah, aib, bullying, ujaran kebencian, dan hal-hal lain sejenis terkait pribadi kepada orang lain dan/atau khalayak hukumnya haram.

2. Mencari-cari informasi tentang aib, gosip, kejelekan orang lain atau kelompok hukumnya haram kecuali untuk kepentingan yang dibenarkan secara syar'i.

3. Memproduksi dan/atau menyebarkan konten/informasi yang bertujuan untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar, membangun opini agar seolah-olah berhasil dan sukses, dan tujuan menyembunyikan kebenaran serta menipu khalayak hukumnya haram.

4. Menyebarkan konten yang bersifat pribadi ke khalayak, padahal konten tersebut diketahui tidak patut untuk disebarkan ke publik, seperti pose yang mempertontonkan aurat, hukumnya haram.

5. Aktivitas buzzer di media sosial yang menjadikan penyediaan informasi berisi hoax, ghibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip, dan hal-hal lain sejenis sebagai profesi untuk memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non-ekonomi, hukumnya haram.


(lir/jbr)