25 Jenazah Telantar di RSUP Sanglah Bali Dikremasi

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 10:45 WIB
Pemprov DKI bersama Himpunan Bersatu Teguh mendirikan krematorium di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat untuk mengatasi minimnya fasilitas jasa kremasi di Jakarta.
Ilustrasi, jenazah dikremasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Denpasar -

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali, melakukan kremasi terhadap 25 jenazah telantar. Dari 25 jenazah tersebut, ada yang sudah telantar sejak 2019.

"Jadi kremasi hari ini adalah sebanyak 25 jenazah dan jenazah terlama yang tersimpan di forensik itu dari 2019," kata Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum RSUP Sanglah Denpasar Ni Luh Dharma Kerti Natih dalam keterangan video yang diterima detikcom, Kamis (23/9/2021).

Dharma Kerti mengatakan, karena terdapat jenazah yang telantar sejak 2019, biaya perawatan dari masih berstatus pasien hingga pemulasaraan jenazah cukup besar. Dirinya menyebutkan biaya yang dihabiskan sekitar Rp 2,6 miliar.

"Cukup banyak juga kalau dihitung dari sisi biaya perawatan dan pemulasaraan jenazah sampai saat ini," terangnya.

Dharma Kerti mengatakan semua biaya tersebut ditanggung oleh RSUP Sanglah, Denpasar, melalui dana corporate social responsibility (CSR). Terlebih hingga saat ini belum ada dukungan biaya dari pihak mana pun.

"Iya, istilahnya ini karena tidak ada support dana dari mana pun dan ini adalah hasil kinerja dari Rumah Sakit Sanglah tentunya, ini bisa menjadi CSR bagi Rumah Sakit Sanglah setiap tahunnya," kata dia.

Jumlah jenazah yang telantar ini menurun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, yang bisa mencapai lebih dari 30. Dharma Kerti mengatakan saat itu pihaknya belum melakukan upaya untuk menghubungi berbagai komunitas atau masyarakat yang bisa membantu proses kremasi atau penanganan jenazah.

Namun belakangan ini semakin banyak komunitas yang memberikan kontribusi dalam prosesi kremasi ataupun penanganan jenazah. Salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI) berinisiatif mengurus jenazah yang sudah teridentifikasi beragama Islam.

Selain itu, ada beberapa komunitas yang menghubungi para keluarga jenazah. Dengan bantuan tersebut, beberapa jenazah akhirnya bisa dimakamkan secara layak oleh keluarganya.

"Kalau dulu mungkin sangat banyak (jenazah telantar), dalam satu tahun mungkin lebih dari 30," kata dia.

"Dan tahun ini kita bisa melakukan kremasi karena tidak jelas agamanya dan keluarganya juga tidak ada yang mengambil mereka. Sehingga kita lakukan secara agama Hindu dengan kremasi," tambahnya.

Dharma Kerti berharap, ke depan lebih banyak lagi komunitas yang bisa membantu pihaknya dalam menangani jenazah telantar. Dengan begitu, jenazah diharapkan bisa teridentifikasi sesuai dengan agamanya sehingga bisa diberikan penghormatan terakhir sesuai kepercayaan yang mereka yakini.

Simak juga 'PMI Solo Sediakan Layanan Pengantaran Jenazah Pakai Mobil Mewah':

[Gambas:Video 20detik]




(isa/isa)