Tak Lazim, Bocah di Sumut Punya Kebiasaan Minum Bensin

Perdana Ramadhan - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 17:26 WIB
Seorang netizen mempertanyakan kesamaan warna bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertalite saat membeli di SPBU Cisauk, Tangerang. Dari kesamaan itu, dia menduga adanya kecurangan.
Ilustrasi bensin (Foto: Screenshot Facebook)
Tanjungbalai -

M Ariadi Sebastian (11), bocah laki-laki di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut), memiliki kebiasaan tak lazim. Sejak lima tahun terakhir, bocah yang akrab disapa Arya punya kebiasaan meminum bensin.

"Dari umur 1 tahun dia pernah makan benda-benda aneh, seperti paku, pecahan keramik. Tapi lima tahun terakhir ini, dia awalnya suka mencium bau bensin, lama-lama diminumnya. Itu sembunyi-sembunyi," kata ibu Aria, Uci Rubi Atmaja, Kamis (23/9/2021).

Uci ditemui di rumahnya di Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, Sumut. Dia mengaku awalnya curiga mencium bau napas anaknya dan bajunya yang selalu bau bensin.

Bahkan tak jarang dia memergoki anaknya saat sembunyi-sembunyi mendulang bensin dari tangki sepeda motor.

"Dia ambil itu bensinnya pakai sedotan dari sepeda motor. Kadang dipindahkan dulu ke botol," ujar Uci.

Dia mengisahkan, sejak usia 7 bulan, anak ketiga dari lima bersaudara itu pernah mengalami panas tinggi hingga kejang-kejang. Lalu pada usia satu tahun Arya kerap memakan pecahan keramik.

"Kalau yang makan keramik itu usianya 1 tahun lebih. Kami lagi renovasi rumah tukang bangunannya bilang itu si Arya makan apa, saya buka mulutnya rupanya pecahan keramik. Waktu buang air besar juga keluar itu," ucapnya.

Kendati demikian, Uci mengatakan anaknya itu tak pernah mengalami sakit meskipun keseharian Arya hiperaktif dibanding teman temannya. Hingga orang tuanya kesulitan menjaga. Karena itu, Arya hingga kini tak pernah merasakan bangku sekolah.

"Sudah pernah saya sekolahkan ini tapi dia mengganggu kawan-kawannya terus sampai anak orang digigit. Gurunya menyerah. Beda memang dari kakak-adiknya yang lain. Jadi ya dia di rumah saja," ujarnya.

Obat Terapi Mahal

Uci mengaku prihatin atas kebiasaan tak lazim dan kondisi kesehatan anaknya itu. Meski pernah dibawa berobat, oleh dokter Arya dinyatakan dalam kondisi sehat.

"Pernah dirontgen ini ke dokter hasilnya nggak ada. Dulu pernah kami bawa terapi, begitu ada obat herbal dia rutin minum itu, kebiasaannya mulai berkurang. Tapi obatnya mahal. Kami nggak sanggup. Ayahnya ini kerja mocok-mocok," kata dia.

Kini setiap hari keluarga selalu mengontrol Arya di rumah, bahkan saat bermain bersama rekan-rekannya, takut jika dia sembunyi-sembunyi minum bensin.

"Ini tadi pagi baru ketahuan dia menyuling bensin di botol ini. Kalau habis minum bensin ini, dia bawaannya tenang. Tapi, kalau sudah kumat, mencari-cari dia. Kalau sakit nggak ada," kata Uci sambil menunjukkan sebuah botol plastik kecil berisi bensin yang baru dikonsumsi anaknya itu.

(jbr/idh)