Kemenag Lobi Saudi, Minta Jemaah RI Diberi Kesempatan Berangkat ke Tanah Suci

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 12:36 WIB
Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi di Jakarta, Esham Altsaqafi.
Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi, Esham Altsaqafi. Foto: dok Kemenag
Jakarta -

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi, Esham Altsaqafi. Dalam kesempatan itu, Khoirizi melobi agar jemaah umrah Indonesia bisa segera mendapat kesempatan untuk diberangkatkan.

Dalam pertemuan ini, Khoirizi menyampaikan salam Menag Yaqut Cholil Qoumas dan ucapan selamat National Day ke-91 Arab Saudi yang diperingati setiap 23 September.

Kepada Esham, Khoirizi dalam pertemuan itu mengatakan penanganan COVID-19 di Indonesia saat ini terus membaik. Selain itu, jemaah umrah Indonesia juga siap untuk mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.

"Kami berharap pemerintah Arab Saudi segera mencabut suspen dan memberi kesempatan kepada jemaah umrah Indonesia untuk bisa berangkat ke Tanah Suci," kata Khoirizi dalam keterangannya, Rabu (22/9/2021).

"Ada lima negara pengirim jemaah umrah terbanyak, yaitu Pakistan, Indonesia, India, Turki, dan Mesir, yang belum bisa mengirimkan jemaah umrahnya. Kami berharap jemaah umrah Indonesia diprioritaskan untuk bisa segera diberangkatkan," lanjutnya.

Menjawab hal itu, Dubes Arab Saudi Esham Altsaqafi kembali menegaskan bahwa Saudi tidak pernah melarang umat Islam Indonesia melaksanakan umrah. Menurutnya, pengaturan dilakukan semata dalam rangka mengatasi pandemi. Apalagi, hubungan Arab Saudi dan Indonesia juga sangat baik.

Esham mengaku baru saja melaporkan kepada otoritas Arab Saudi bahwa kasus COVID-19 di Indonesia sudah mulai melandai. Menurutnya, informasi ini dia sampaikan agar menjadi pertimbangan bagi pemerintah Arab Saudi.

Esham menambahkan, meski penyelenggaraan umrah sudah dibuka sejak Muharam 1443H untuk beberapa negara, namun peminatnya masih sepi, hanya sekitar 1000 - 1500 orang. Dia mengatakan hal ini disebabkan prosedur penyelenggaraan umrah yang sangat ketat, demi mencegah penyebaran pandemi.

Dalam pertemuan ini turut hadir Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Nur Arifin, Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Bagus Hendraning Kobarsih, dan Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Silviana.

Simak video 'Arab Saudi Buka Pintu untuk Warga Indonesia, Ini Syaratnya!':

[Gambas:Video 20detik]



(hri/tor)