Kemenkes: Rendahnya Cakupan Vaksinasi Dewasa Bisa Tingkatkan Kasus Corona Anak

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 19:41 WIB
MANAUS, BRAZIL - MAY 21: An indigenous boy observes nurses while waiting for vaccination at Parque das Tribos community, on May 21 2020 in Manaus, Brazil.  Medical teams from Healths Secretary of Manaus area performing vaccination against flu and testing to detect coronavirus (COVID-19) infecctions on indigenous  communities. (Photo by Andre Coelho/Getty Images)
Foto ilustrasi kasus Corona pada anak-anak. (Getty Images/Andre Coelho)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan bahwa peningkatan kasus COVID-19 pada anak-anak dapat dipengaruhi oleh cakupan vaksinasi orang dewasa. Kemenkes mencontohkan peningkatan kasus Corona pada anak di Amerika Serikat (AS).

"Kita bisa melihat contoh kasus di Amerika, daerah dengan cakupan vaksinasi tinggi penularan COVID-19 pada anak relatif terkendali. Sementara cakupan vaksinasi dewasa yang rendah di bagian selatan Amerika Serikat mendorong peningkatan kasus pada anak," kata Juru Bicara Kemenkes untuk vaksinasi Siti Nadia Tarmizi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (22/9/2021).

Siti Nadia kemudian menyinggung pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Dia menegaskan orang tua harus melindungi anaknya yang akan kembali ke sekolah dengan cara meningkatkan vaksinasi pada orang dewasa.

"Kembalinya anak-anak ke sekolah harus kita lindungi agar tidak tertular COVID-19. Selain dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat, cakupan vaksinasi pada dewasa dan pada penerima sasaran vaksinasi juga harus tinggi," jelasnya.

Selain itu, Siti Nadia meminta sekolah menyiapkan protokol kesehatan. Pembukaan sekolah tatap muka, kata dia, juga harus atas izin orang tua.

"Sekolah harus memastikan dan sudah harus menyiapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Sekolah harus sudah mendapatkan izin pembukaan pembelajaran tatap muka dan tentunya pembelajaran tatap muka dilakukan harus atas izin orang tua siswa," papar Siti Nadia.

"Artinya, orang tua siswa harus terlibat aktif dalam menyiapkan anaknya dalam mengikuti pembelajaran tatap muka," imbuhnya.

Siti Nadia juga mendorong seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan vaksinasi Corona. Sebab, ada beberapa kabupaten/kota di Jawa dan Bali yang masih harus mengejar target vaksinasi.

"Vaksinasi di wilayah aglomerasi Jawa-Bali sudah cukup baik, namun kinerja beberapa kabupaten/kota perlu dikejar untuk mencapai 70 persen pertama dan 60 persen pada lansia," jelasnya.

(lir/zak)