Khawatir Deli Serdang PPKM Level 1 Gegara Salah Data, Gubsu Minta Tim Periksa

Ahmad Arfah - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 16:00 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi saat Kegiatan di Kabupaten Toba
Gubsu Edy Rahmayadi saat Kegiatan di Kabupaten Toba (Foto: dok. Diskominfo Sumut)
Toba -

Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi merasa bersyukur karena Kabupaten Deli Serdang masuk ke dalam status PPKM level 1. Edy mengatakan Deli Serdang satu-satunya daerah di Sumut yang PPKM Level 1.

"Deli Serdang, saya terimakasih, alhamdulillah, puji Tuhan, bahwa Deli Serdang sudah level 1. Satu-satunya di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara," kata Edy di Kabupaten Toba, Rabu (22/9/2021).

Meski bersyukur, Edy mengaku heran dengan status PPKM itu. Edy mengatakan akan mengecek kebenaran data di Deli Serdang.

"Namun demikian ini sedang kita telusuri, apakah salah data, atau memang kondisi benar," ucapnya.

Untuk itu, Edy mengatakan sudah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan. Edy meminta untuk mengecek data jumlah penduduk dan pasien terkonfirmasi positif di Deli Serdang saat ini.

"Itulah yang harus kita cek dulu, hari ini tim melakukan itu," ujarnya.

Persoalan kesalahan data ini sebelumnya pernah terjadi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut). Saat itu Madina ditetapkan sebagai daerah PPKM level 4 padahal angka pasien Corona kecil.

"Madina salah input data, hari ini berangkat Satgas ke sana," kata Gubsu Edy Rahmayadi di kantor DPRD Sumut, Medan, Rabu (8/9).

Edy mengatakan ada kesalahan data pasien COVID-19 yang dimasukkan oleh Pemkab Madina. Dia mengatakan hanya ada empat pasien Corona yang dirawat di rumah sakit yang ada di Madina.

"Saya cek rumah sakitnya, hanya empat orang yang sakit," ucap Edy.

Dia juga mengatakan data pasien Corona yang meninggal juga salah. Edy mengaku menemukan orang-orang yang di dalam data Pemkab dinyatakan meninggal ternyata masih hidup.

"Datanya itu 71 orang meninggal. Setelah saya cek nama-namanya banyak yang nggak meninggal di situ," tuturnya.

Lihat juga video 'Anak di Bawah 12 Tahun Boleh ke Mal, Prof Wiku: Orang Tua Mohon Hati-hati':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)