Menlu RI Kutip Sekjen PBB soal Potensi Perang Dingin Saat Singgung AUKUS

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 14:17 WIB
Menlu RI Retno Marsudi
Menlu Retno Marsudi (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Menlu Retno LP Marsudi menyinggung soal kemitraan Australia, Inggris, dan Amerika Serikat atau AUKUS dan rencana Australia membangun kapal selam nuklir. Retno lantas mengutip pernyataan Sekjen PBB Antonio Guterres soal potensi perang dingin.

Retno awalnya menyampaikan bahwa ada dua isu utama yang diangkat dalam pertemuan dengan Asia Society. Dua isu tersebut adalah penanganan COVID-19 serta upaya menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

"Terkait dengan isu pertama, kerja sama untuk upaya mengatasi COVID, saya kembali menekankan mengenai pentingnya mempersempit kesenjangan akses terhadap vaksin dan menghindari diskriminasi dan politisasi vaksin," ujar Retno dalam keterangan pers, Rabu (22/9/2021).

Retno lantas menekankan soal pentingnya isu perdamaian dan stabilitas dunia. Menurut Retno, perdamaian dan stabilitas berdampak terhadap terciptanya kerja sama dalam penanganan COVID-19.

"Di kawasan Asia Tenggara, saya kembali menjelaskan mengenai peran yang dilakukan ASEAN selama ini. Persatuan dan sentralitas ASEAN tentunya sangat penting untuk terus dijaga, sehingga ASEAN dapat terus memberikan kontribusi untuk menjaga perdamaian dan stabilitas Asia Tenggara," ujar Retno.

"Saya juga menjelaskan mengenai upaya ASEAN untuk membantu mengatasi krisis di Myanmar dan peran yang dimainkan Indonesia dalam mengajak negara anggota ASEAN agar implementasi Five Point of Consensus dapat terus dijalankan, karena ini merupakan mandat yang jelas yang diberikan para pemimpin ASEAN di dalam pertemuan di Jakarta pada April yang lalu," sambung Retno.

Retno kemudian menyinggung soal situasi di Indo Pacific. Retno menyampaikan kekhawatiran Indonesia terkait meningkatnya tensi di antara negara-negara besar.

"Saya kutip apa yang disampaikan oleh sekjen PBB yang mengingatkan kemungkinan terjadinya perang dingin. Dalam kaitan ini, saya singgung mengenai AUKUS dan keputusan Australia bagi pengadaan kapal selam bertenaga nuklir," ujar Retno.

Selain itu, Retno juga berbicara mengenai kemungkinan meningkatnya perlombaan senjata di kawasan. Dia menegaskan bahwa hal itu dapat berpengaruh terhadap stabilitas di kawasan.

"Saya sampaikan kita menerima penjelasan Australia, kita mendengarkan komitmen-komitmen yang diberikan Australia termasuk untuk terus menghormati NPT, prinsip-prinsip non-proliferasi dan hukum internasional. Di dalam Asia Society tadi saya menekankan bahwa yang tidak diinginkan oleh kita semua adalah kemungkinan meningkatnya perlombaan senjata dan power projection di kawasan, yang tentunya akan dapat mengancam stabilitas keamanan kawasan," imbuh Retno.

Lihat juga video 'Indonesia Jadi Tuan Rumah G20 Mulai 1 Desember 2021-31 November 2022':

[Gambas:Video 20detik]

(knv/imk)