Round-Up

Serangan 'Pembohong' dari Giring untuk Anies Baswedan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 07:59 WIB
Plt Ketua Umum (Ketum) PSI Giring Ganesha berdebat panas dengan mantan Wali Kota Palu Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau Pasha Ungu di Instagram. Debat panas tersebut dipicu unggahan Giring yang mengkritik penanganan banjir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Lalu bagaimana hubungan keduanya saat ini?
Foto: Faiq Azmi/detikcom
Jakarta -

Plt Ketum PSI Giring Ganesha menyerang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies dituding sebagai 'pembohong' dan pura-pura peduli terhadap masyarakat yang menderita akibat pandemi COVID-19.

Giring melontarkan hal itu itu melalui video di akun Twitter PSI, @psi_id, Selasa (21/9/2021). Dalam video itu, Giring menjelaskan, seorang pemimpin adalah panglima yang mengambil tanggung jawab dan menyampaikan kepada publik secara transparan situasi dan pilihan-pilihan yang dia ambil dalam merespons situasi. Apalagi jika situasinya sedang krisis.

"Gubernur Anies Baswedan bukanlah sebuah contoh orang yang bisa mengatasi krisis. Indikator utama dalam menilai kegagalan Gubernur Anies Baswedan adalah melihat bagaimana cara Gubernur DKI Jakarta membelanjakan uang rakyat selama pandemi," kata Giring.

Giring juga menuding APBD Jakarta yang begitu besar dibelanjakan Anies untuk kepentingan sebagai calon presiden 2024. Anies dinilai mengabaikan desakan masyarakat untuk membatalkan rencana balapan mobil Formula E.

"Uang muka dan jaminan bank bagi penyelenggaraan balap mobil Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi COVID-19. Uang rakyat sebanyak itu dihabiskan oleh Gubernur Anies Baswedan di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal, dan hidupnya susah karena pandemi," ujar Giring.

Anies, kata Giring, menyerah dan tidak bisa mengatasi situasi.

"Pura-pura peduli adalah kebohongan Anies Baswedan di tengah pandemi dan penderitaan orang banyak. Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti pada 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan," ucapnya

Serangan Giring kemudian mengundang reaksi dari parpol. NasDem menilai yang disampaikan Giring merupakan narasi bermusuhan.

"Itu saya kaget juga ya, kok kemudian di tengah situasi begini, kita membangun narasi yang bermusuhan ya, kemudian tentunya ini cara tidak baik untuk situasi hari ini, saling menuding dan memojokkan," kata Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali saat dihubungi, Selasa (21/9).