PPP Kritik Giring Serang Anies: Menciptakan Narasi Penuh Kebencian

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 18:38 WIB
Arwani Thomafi
Arwani Thomafi (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

PPP melempar kritik kepada Plt Ketum PSI Giring Ganesha yang menuding Gubernur DKI Anies Baswedan pembohong. PPP menilai pernyataan itu preseden negatif bagi demokrasi di Indonesia.

"Pernyataan Plt Ketua Umum PSI tentang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tak layak maju dalam Pilpres 2024 karena dicap sebagai pembohong merupakan preseden negatif bagi konsolidasi demokrasi di Indonesia," kata Sekjen PPP Arwani Thomafi, kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

Menurut Arwani, partai politik seharusnya menjadi perantara pendidikan politik bagi publik. Arwani mengatakan kritik boleh saja disampaikan, hanya saja melalui jalur yang benar bukan karena kebencian.

"Partai politik semestinya menjadi medium pendidikan politik bagi publik, bukan justru menjadi lembaga agitatif, demagog, dan propaganda yang penuh kebencian. Kritik mutlak dilakukan kepada pejabat publik, tapi harus proporsional, bukan asal beda atau waton suloyo," ujarnya.

Lebih lanjut, Arwani menyampaikan narasi yang diungkapkan Giring tak menunjukkan narasi anak muda. Tapi sudah tersirat kebencian.

"Pofiling PSI sebagai partai anak muda dan milenial justru tidak tampak dari pernyataan dan narasi pimpinan puncaknya. Narasi dan lelaku pimpinan PSI yang direpresentasikan Plt Ketua Umum PSI justru kontra dengan norma generasi internet yang di antaranya integritas dan kolaborasi," ucapnya.

"Pernyataan Plt Ketum PSI tidak memiliki basis integritas dan alih-alih mendorong kolaborasi, namun justru menciptakan narasi penuh kebencian. Kita hindari narasi kebencian terlebih di situasi pandemi yang membutuhkan persatuan seluruh elemen bangsa ini," lanjut Arwani.

Sebelumnya, Giring dalam sebuah video di akun Twitter PSI @psi_id, Selasa (21/9), menuding Anies menggunakan APBD DKI untuk kepentingan Pilpres 2024. Salah satu anggaran yang disoroti Giring soal gelaran Formula E.

"Uang muka dan jaminan bank bagi penyelenggaraan balap mobil Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi COVID-19. Uang rakyat sebanyak itu dihabiskan oleh Gubernur Anies Baswedan di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal, dan hidupnya susah karena pandemi," ujar Giring.

"Uang Rp 1 triliun dia keluarkan padahal rakyat terlantar tidak masuk ke rumah sakit yang penuh. Rakyat kesulitan makan karena kehilangan pekerjaan," sambungnya.

Bahkan Giring menyebut Anies pura-pura peduli terhadap warga di Jakarta yang terkena dampak pandemi. Politikus yang lebih dulu dikenal sebagai vokalis band itu berharap Indonesia tidak dipimpin Anies.

"Pura-pura peduli adalah kebohongan Anies Baswedan di tengah pandemi dan penderitaan orang banyak. Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti di 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan," ucapnya.

Simak Video: PKS Balas PSI soal Anies Pembohong: Warga Tahu DKI Punya Gubernur Keren

[Gambas:Video 20detik]



(eva/gbr)