Viral Brigjen Junior Surati Kapolri, Ini Kata Polda Sulut-Kodam Merdeka

Trisno Mais - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 20:16 WIB
Surat Irdam Merdeka untuk Kapolri yang meminta Babinsa tidak perlu diperiksa di Polresta Manado viral. Ini penjelasan lengkap Polda Sulut dan Kodam Merdeka. (dok Polda Sulut)
Surat Irdam Merdeka untuk Kapolri yang meminta Babinsa tidak perlu diperiksa di Polresta Manado viral. Ini penjelasan lengkap Polda Sulut dan Kodam Merdeka. (dok Polda Sulut)

"Dan terlebih dahulu diperlihatkan Surat Perintah Membawa Tersangka serta disaksikan oleh dua anggota keluarganya," jelas Kombes Jules.

Dia meluruskan pemberitaan yang menyebutkan bahwa Ari Tahiru buta huruf. "Bahwa yang bersangkutan itu tidak buta huruf," katanya.

Kodam Merdeka Jelaskan Babinsa Batal Dipanggil Polisi

Sementara itu Kapendam XIII/Merdeka Letkol Inf Jhonson Sitorus membenarkan adanya undangan klarifikasi dari pihak Polresta Manado kepada Babinsa Winangun Atas. Dan setelah dilakukan koordinasi antara Dandim 1309/Manado dengan Kapolresta Manado, undangan klarifikasi atau permintaan keterangan tersebut tidak jadi dilaksanakan.

Surat Irdam Merdeka untuk Kapolri yang meminta Babinsa tidak perlu diperiksa di Polresta Manado viral. Ini penjelasan lengkap Polda Sulut dan Kodam Merdeka. (dok Polda Sulut)Kapendam XIII/Merdeka Letkol Inf Jhonson Sitorus menjelaskan soal informasi Babinsa Winangun Atas didatangi 3 personel Brimob Polda Sulut (dok Polda Sulut)

Letkol Jhonson juga menjelaskan soal informasi Babinsa Winangun Atas didatangi 3 personel Brimob Polda Sulut. Setelah dikonfirmasikan dengan Babinsa tersebut, hal itu memang benar adanya.

"Tapi tidak ada maksud apa-apa. Kedatangan personel Brimob saat itu hanya ingin menyampaikan surat undangan klarifikasi tersebut," terang Letkol Jhonson.

Terkait hal tersebut, pihaknya juga menegaskan bahwa TNI-Polri di Sulut tetap solid. "TNI-Polri di Sulut tetap bersinergi demi NKRI," tegasnya.

Viral Irdam Merdeka Surati Kapolri

Surat Irdam XIII/Merdeka Brigjen Junior Tumilaar kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang meminta Babinsa tidak perlu diperiksa di Polresta Manado viral di media sosial (medsos).

Brigjen Tumilaar mengatakan Babinsa mendampingi Ari Tahiru (67), warga yang sedang berhadapan dengan masalah konflik lahan di Sulut. Dia mengatakan menaruh perhatian kepada Babinsa yang dipanggil ke kantor polisi.

Surat tulis tangan Brigjen Junior itu dengan tembusan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, dan Panglima Kodam Merdeka Mayjen TNI Wanti Waranei Franky Mamahit, pengacara Ari Tahiru, serta anggota Komisi III DPR RI F-NasDem Hillary Brigitta Lasut.

Dia mengatakan Babinsa lalu dipanggil ke Polresta Manado. Dia juga menyoroti soal Brimob Polda Sulut yang mendatangi Babinsa saat bertugas di tanah Edwin Lomban. Brimob itu juga disebutnya dipanggil ke Polresta Manado.

Brigjen Tumilaar mengakui surat tersebut ditulis sendiri pada 15 September 2021. Dia berharap Kapolri merespons surat tersebut.

Dia mengatakan dirinya siap bertanggung jawab atas apa yang ditulis. Dia mengaku siap menghadapi risiko.

"Intinya itu kan surat itu bukan masalah Citraland-nya, yang pertama itu. Tapi pemanggilan Babinsa oleh Polri dalam hal ini Polresta Manado," kata Brigjen Junior saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (20/9).


(jbr/nvl)