Sengketa Lahan Masuk Pengadilan, Sentul City Disebut Masih Gusur Warga

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 20:11 WIB
Sentul City (Foto diambil dari situs resmi Sentul City).
Sentul City (Foto diambil dari situs resmi Sentul City)
Jakarta -

Warga Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat, telah mengajukan gugatan atas sengketa lahan dengan Sentul City ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel). Meski perkara sudah masuk ke meja hijau, warga Bojong Koneng disebut masih mengalami penggusuran.

"Kami sadar gugatan yang kami ajukan itu lemah karena yang kami gugat itu adalah dalam rangka mereka melakukan somasi. Tapi maksud dari kita gugat itu adalah supaya PT Sentul City menghentikan semua kegiatan barbar mereka melakukan penggusuran. Namun sekalipun kita sudah melakukan gugatan, mereka tetap melakukan penggusuran," kata kuasa hukum warga Bojong Koneng, Widi Syailendra, di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/9/2021).

Widi mengatakan selama 30 tahun tidak pernah ada klaim terkait Hak Guna Bangunan (HGB) dari pihak Sentul City pada lahan yang ditempati warga Bojong Koneng. Dia menyebut tidak pernah ada kegiatan pengelolaan apa pun yang dijalankan oleh Sentul City di tanah yang mereka klaim itu.

"Tidak pernah, dalam pengakuan klaim kami bahwa PT Sentul City selama 30 tahun tidak pernah memanfaatkan, tidak pernah mengelola, tidak pernah memelihara, tidak pernah melaksanakan peruntukan izinnya. Jadi kalau dia izin, itu properti sepanjang 30 tahun tidak pernah ada kegiatan apa-apa," ucapnya.

Widi menyampaikan sudah banyak warga Bojong Koneng yang menerima somasi digusur menggunakan alat berat. Bahkan, kata Widi, sejumlah warga ditekan dan dipaksa untuk mau menandatangani surat bahwa lahan tersebut milik PT Sentul City.

"Masyarakat lain yang menerima somasi sudah banyak merasakan penggusuran. Bangunan-bangunannya dihancurkan dibuldoser, diekskavator, lahannya dirampas seperti itu. Bahkan ada beberapa warga yang ditekan untuk menandatangani mengakui bahwa tanah itu milik Sentul City. Tapi saya yakin bahwa penandatanganan itu dilakukan secara paksa," ujarnya.

Lebih lanjut Widi mengatakan pihaknya juga akan membuat laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan itu terkait dugaan adanya tindak pidana korupsi dalam penerbitan dan perpanjangan HGB Sentul City.

"Kami sedang mengkaji data, aturan dan informasi yang mengindikasikan adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam penerbitan perpanjangan HGB milik PT. Sentul City, Tbk. Bila ini sudah masuk tahap final sebagai bukti awal laporan dan kami dilaporkan, maka secara langsung akan menjadi ujian buat Ibu Basaria Panjahitan dalam mempertaruhkan integritasnya antara selaku mantan pimpinan di KPK dan selaku Komisaris Utama di PT Sentul City, Tbk," imbuhnya.

Gugatan Warga Bojong Koneng, Bogor, sudah teregister di PN Jaksel dengan nomor perkara 718/PDT.g/2021/PN JKT.SEL. Selain itu, mereka juga sudah mengajukan aduan pelanggaran HAM ke Komnas HAM.

Simak penjelasan dari kuasa hukum PT Sentul City perihal perkara ini.