WN Kanada di Bali Bunuh Diri, Tinggalkan Surat untuk Saudara dan Kekasih

Sui Suadnyana - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 21:50 WIB
Evakuasi WN Kanada di Bali bunuh diri
Evakuasi WN Kanada di Bali bunuh diri. (Foto: dok. istimewa)
Karangasem -

Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang warga negara (WN) Kanada di Bali bernama Luc Biloudeau bunuh diri. Dia nekat mengakhiri hidup dengan cara menyayat pembuluh darah di tangannya.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Padangbai, Kompol I Made Suadnyana, mengatakan peristiwa bunuh diri WN Kanada itu terjadi di kediaman I Wayan Suadiasna di Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, pada Senin (20/9/2021) sekitar pukul 09.00 Wita. WN Kanada itu menyayat tangannya di kamar mandi.

"Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara menyayat pembuluh darah bagian tangan kanan dan kiri. Korban diduga memiliki riwayat operasi saraf kejepit sehingga tidak sanggup menahan rasa sakit pasca-operasi," kata Suadnyana, dalam keterangan tertulis hari ini.

Sebelum mengakhiri hidup, Luc Biloudeau sempat menuliskan surat untuk sang kekasih dan saudara perempuannya. Dalam surat itu, Luc Biloudeau juga bercerita mengenai kesehatan dan mengaku tidak bisa hidup normal lagi.

"I'm so sorry. I love you Sabrina! I have so many problems with my health now that my haven't told you. I'll never be able to can't a normal life again. I can't see my self ever anything again, to see my sisters or go on trip with you like we used to. Tell my sister I love you them. Panla-please take care it Sabrina like we agreed," tulis Luc Biloudeau.

Suadnyana membeberkan kronologi penemuan tewasnya WN Kanada. Saat itu, kekasihnya, Sabrina Andrea, berniat menemui Luc Biloudeau, tapi menemukan kekasihnya sudah dalam keadaan tidak sadarkan sendiri dengan kedua tangan tersayat.

"Korban diketahui telah tinggal dengan menyewa rumah pribadi milik I Wayan Sudiasna dari tahun 2014 sampai dengan saat ini bersama dengan kekasihnya," ucap Suadnyana.

Menemukan pacarnya yang tak sadarkan diri, Sabrina Andrea kemudian menghubungi seorang dokter bernama Nisa Setiati. Dokter tersebut kemudian datang menemui Sabrina Andrea dan kemudian melaporkannya ke Polsek Pelabuhan Padangbai.

Mendapatkan laporan tersebut, polisi kemudian melakukan pengecekan ke lokasi. Di sana polisi juga menemukan sejumlah barang bukti berupa pisau cutter, dua buah gelas, obat melatonin losenges, sampel darah, celana pendek, botol sabun cair, dan surat wasiat.

Dari hasil identifikasi petugas kesehatan dan Unit Inafis Polres Karangasem, WN Kanada tersebut diduga bunuh diri dengan cara menyayat kedua pergelangan tangannya. Luka sayatan nadi pena ditemukan selebar 1 cm dan panjang 7 cm.

Kemudian ditemukan luka sayatan pada kaki kanan dan kiri masing-masing dengan panjang kurang-lebih 5 cm. Tim juga menyatakan bawah telah timbul lebam pada mayat korban.

"Selanjutnya korban dibawa menuju RSUP Sanglah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan mobil ambulans dengan nomor polisi DK-1268-FJ pukul 13.00 Wita," pungkasnya.

Simak juga 'Misteri Kematian Pria saat Live TikTok, Keluarga Tepis Bunuh Diri':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/fas)