Diduga Depresi, WNA Jepang Bunuh Diri di Bali

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 06:44 WIB
Ilustrasi Bunuh Diri
Foto ilustrasi (Thinkstock)
Denpasar -

Seorang warga negara asing (WNA) asal Jepang mengakhiri hidupnya sendiri di Bali. Pria yang diketahui bekerja sebagai guide itu bunuh diri di sebuah guest house di Denpasar.

"Diduga akibat depresi karena sakit kepala yang di deritanya selama ini tidak kunjung sembuh," kata Kasubag Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (6/4/2021) dini hari.

Polisi menduga, masalah kesehatan jiwa menjadi latar belakang bunuh diri pria itu. Meski begitu, peristiwa bunuh diri secara umum disebabkan oleh banyak faktor.

Sukadi mengatakan, pada Senin (5/4/2021) sekitar pukul 17.00 Wita, teman korban yang merupakan warga Indonesia datang ke kamar WNA Jepang tersebut untuk mengecek kondisi yang bersangkutan. Saat itu teman korban sempat ngobrol dengan korban dan menanyakan kondisinya. Teguh juga menanyakan apakah korban sudah makan, namun korban mengaku tidak bisa berpikir dan tidak ingin makan.

"Karena korban belum makan maka saksi lalu keluar untuk membeli makanan berupa roti susu serta buah. Sebelum menemui korban saksi meminta tolong kepada saksi pegawai guest house untuk mengupaskan buah pepaya," terang Sukadi.

Setelah itu saksi menuju kamar korban dengan membawa makanan yang telah dibelinya tersebut. Saat sampai di depan kamar saksi memanggil nama korban, tetapi tidak ada jawaban. Saksi lalu membuka pintu dan langsung kaget melihat korban yang sudah bunuh diri. Melihat kejadian tersebut saksi langsung keluar melapor kepada penjaga penginapan.

"Saksi dengan korban mempunyai hubungan pertemanan yang terjalin dari delapan tahun yang lalu. Sepengetahuan saksi, dari tanggal 17 Maret 2021 korban mengeluh sakit kepala dan berjalan seperti orang sempoyongan," jelas Sukadi.

Sukadi menuturkan, dari keterangan penjaga penginapan bahwa WNA tersebut telah menginap disana sejak 27 November 2019. Korban diketahui bekerja sebagai pemandu wisata Jepang. Namun, dia sudah tidak bekerja lagi semenjak pandemi COVID-19.

"Selama korban tinggal di TKP tidak pernah punya masalah, cuma semenjak bulan maret 2021 korban sempat mengeluh sakit di kepala belakang dan pernah memanggil pengobatan alternatif (akupuntur)," jelasnya.

Sukadi menjelaskan, saat ditemukan WNA kelahiran Okayama, Jepang pada 1968 tersebut mengenakan baju lengan panjang warna putih dan celana panjang warna abu. Dari hasil pemeriksaan petugas identifikasi, tidak ditemukan ada tanda kekerasan.

"Pada pukul 19.00 Wita, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar dengan menggunakan mobil ambulans BPBD Kota Denpasar," terang Sukadi.

Informasi tersebut tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Lihat juga Video: Seorang Pemuda Ditemukan Tewas Tergantung di Pasar

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)