Round-Up

Bayang-bayang Sanksi PDIP Kala Relawan Ganjar Makin Terang-terangan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 21:31 WIB
PDIP akan menggelar Rakornas untuk menyambut HUT ke-46 pada Kamis (10/1/2019) mendatang. Ratusan bendera PDIP merahkan jalanan Jakarta.
Bendera PDI Perjuangan (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Hasto beralasan keputusan PDIP itu didasari pertimbangan yang harus matang berkaitan dengan Pilpres 2024. Menurutnya, tanggung jawab sebagai presiden juga berat.

"Partai tidak mentolerir terhadap tindakan indisipliner, mengingat urusan presiden dan wakil presiden harus melalui pertimbangan yang benar-benar matang, terlebih dengan tanggung jawab presiden yang sangat berat untuk perbaikan nasib lebih dari 270 juta rakyat Indonesia," ujarnya.

"Dengan demikian pertimbangannya harus matang dan benar-benar memerhatikan seluruh aspek strategis kepemimpinan negara," lanjutnya.

Tak hanya itu, Hasto mengungkap deklarasi dukungan yang dilakukan terhadap kader PDIP juga tidak tepat dilakukan saat ini. Sebab, saat ini PDIP tengah berfokus mengatasi pandemi.

Ganjar PranowoGanjar Pranowo (Andika Tarmy/detikcom)

"Deklarasi dukungan yang dilakukan di tengah pandemi juga sangat tidak tepat. Partai lebih memilih berkonsentrasi membantu rakyat mengatasi pandemi, dan sambil melakukan konsolidasi di seluruh aspek kehidupan partai," tuturnya.

Jauh sebelum soal memberikan sanksi, PDIP pernah bersikap mempersilakan Ganjar keluar dari partai. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDIP Bambang Wuryanto yang menyampaikan soal Ganjar dipersilakan keluar dari PDIP.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: