Didukung Relawan, Ganjar Dinilai Masih Terganjal Sanksi yang Disiapkan PDIP

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 17:25 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo (Foto: Muhajir Arifin)
Yogyakarta -

Dukungan untuk Ganjar Pranowo maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres 2024) deras mengalir dari relawan. PDIP kemudian bicara soal sanksi yang disiapkan untuk kadernya yang mendeklarasikan atau dideklarasikan nyapres di Pemilu 2024.

Partai berlambang banteng menyatakan akan memberikan sanksi ke kader yang didukung maju di Pilpres 2024 sebelum ada keputusan dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Lalu bagaimana kans Ganjar ke depan?

Pakar politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Wawan Masudi menyebut kans Ganjar Pranowo untuk maju sebagai capres 2024 belum sepenuhnya tertutup. Apalagi konstelasi politik masih jauh.

"Saya kira iya (kans masih belum tertutup). Ini kan juga proses politiknya masih panjang ya. Dan partai politik pada akhirnya selain mereka bertumpu pada pertimbangan-pertimbangan internal ada pertimbangan ideologis," kata Wawan saat dihubungi wartawan, Senin (20/9/2021).

Partai, kata Wawan, tak serta-merta langsung menutup mata dengan popularitas calon. "Pada akhirnya mereka atau partai politik akan mempertimbangkan juga apa yang disebut sebagai aspek-aspek popularitas atau stabilitas dari para kandidat," tambahnya.

Dekan Fisipol UGM itu melihat saat ini dukungan yang mengalir ke Ganjar Pranowo banyak berasal dari luar partai. Artinya bersumber dari aspirasi politik masyarakat dan itu tidak bisa serta-merta dibatasi.

"Setidaknya adalah asosiasi-asosiasi politik non partai. Mungkin kalau dikatakan (dukungan) akar rumput itu juga terlalu sembrono terlalu cepat. (Dukungan asosiasi non partai) Itu menurut saya bagus-bagus saya, nggak ada masalah. Kita harus terbiasa dengan situasi kayak gini," katanya.

Asosiasi masyarakat yang mendukung Ganjar ini ibarat mesin politik. Hanya saja mesin politik non-partai. Gerakannya juga lebih luwes dan cair karena tak terikat parpol tertentu dan kekuatan dukungan ini tak bisa diabaikan.

"Tapi lahirnya kekuatan asosiasi ini kan memang tidak bisa diabaikan begitu saja. Mereka juga memiliki jaringan, mereka ini kan menjadi istilahnya itu kalau dalam politik itu kan asosiasi itu menjadi semacam mesin politik. Dan saat ini mesin politik non partai ini sudah bergerak," terangnya.

Tentu, dengan banjir dukungan ini membuat daya tawar Ganjar untuk bisa diusung semakin terbuka. Akan tetapi, di internal partai banteng ada mekanisme untuk menentukan calon. Dan keputusan untuk mengajukan calon, mutlak berada di tangan Ketum Megawati.

"Dan kalau di PDIP jelas proses kandidasi khususnya untuk calon presiden kan sepenuhnya ada di tangan ketua umum ya, dalam hal ini Bu Mega," bebernya.

"Jadi ya ini ada dua logika yang memang berada di dua trek yang tidak sama. Satu trek partai yang memang mereka memiliki sistem mekanisme dan proses politik sesuai dengan tata aturan partai yang sudah ditentukan. Dua, trek berbasis asosiasi politik di masyarakat yang memang mereka memang kemudian punya hak untuk bersuara apapun," tambahnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...