Blak-blakan H Ahmad Syaikhu

Peluang Nyapres Anies, Sandi, hingga Salim Segaf Versi PKS

Deden Gunawan - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 06:32 WIB
Jakarta -

Pernyataan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H. Ahmad Syaikhu bahwa duet Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada 2024 sebagai sebuah keniscayaan memantik beragam reaksi. Sejumlah elit partai politik lain, pengamat, bahkan sosok yang terkait dalam isu ini pun memberi respons berbeda-beda.

Syaikhu mengaku apa yang disampaikan cuma sebatas menjawab pertanyaan wartawan saat berada di Makassar beberapa hari lalu. Sebab pengajuan calon presiden dan wakil presiden di PKS bukan ditentukan oleh Presiden, melainkan harus disetujui oleh musyawarah Majelis Syuro. Nah, pada musyawarah Majelis Syuro ke-5 tahun lalu, disepakati agar mengusung kader internal untuk maju dalam ketokohan dan kepemimpinan nasional, yakni Habib Dr Salim Segaf Al-Jufri.

"Pada Pilkada DKI 2017 kami memang ikut mengusung pasangan Anies - Sandi. Keduanya sekarang sudah menjadi tokoh nasional dan punya rekam jejak masing-masing sehingga berpeluang (untuk 2024). Begitu juga dengan Pak Ganjar (Pranowo), Prabowo, AHY, maupun Ridwan Kamil. Tapi kami belum memutuskan untuk 2024," tutur Syaikhu kepada tim Blak-blakan detik.com, Sabtu malam (18/9/2021).

Terkati sosok Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf, dia membeberkan sederet prestasi baik untuk internal PKS maupun bangsa dan negara ini. Syaikhu antara lain memaparkan empat catatan prestasi Salim Segaf, yakni mampu mendongkrak jumlah dukungan suara masyarakat ke PKS dari 8,5 juta menjadi 11,5 juta pada Pemilu 2019 lalu. "Padahal saat itu PKS tengah dilanda konflik internal dan sejumlah survei memperkirakan suara PKS akan turun," ujar Syaikhu.

Selain itu, Salim Segaf punya pengalaman birokrasi karena pernah jadi Menteri Sosial di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono - Boediono. Sebagai Mensos, Salim menelurkan Program Keluarga Harapan yang terus dilaksanakan sampai sekarang untuk pengentasan kemiskinan.

Sebelumnya, Salim pernah menjadi Duta Besar di Arab Saudi. Sebagai diplomat dia dinilai berhasil memperkuat hubungan RI dengan Saudi. "Terakhir, beliau adalah cucu pahlawan nasional, Habib Idrus Al-Jufri atau Guru Tua pendiri Al-Khairat di Sulawesi Tengah. Namanya diabadikan menjadi nama Bandara di sana," kata Syaikhu.

Pada bagian lain, dia menegaskan agar semuah pihak menghentikan wacana sebagai pihak yang paling pancasilais maupun paling agamais. PKS sendiri sudah makin kukuh untuk selalu setia kepada UUD 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Lantas apa tawaran solusi dari PKS untuk mengatasi polarisasi di masyarakat agar tak berlanjut ke 2024? Simak selengkapnya di program Blak-blakan detik.com, Senin (20/9/2021).

(jat/jat)