Cerita Saksi soal Tentengan AKP Robin Usai dari Rumdin Azis Syamsuddin

Zunita Putri - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 17:04 WIB
AKP Stepanus Robin Pattuju saat menjadi saksi di PN Medan (Ahmad Arfah-detikcom)
AKP Stepanus Robin Pattuju saat menjadi saksi di PN Medan. (Ahmad Arfah/detikcom)
Jakarta -

Saksi bernama Agus Susanto mengungkapkan pertemuan mantan penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju alias AKP Robin dengan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Pertemuan itu disebut berlangsung kurang lebih sebanyak empat kali.

Hal itu diungkapkan Agus saat bersaksi di persidangan AKP Robin dan Maskur Husain di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (20/9/2021). Agus Susanto mengaku sebagai mantan anggota kepolisian di Polda Riau. Dia juga mengaku sebagai rekan AKP Robin dan sering mengantarnya ke sejumlah tempat.

Agus mengatakan pertemuan Azis dan Robin berlangsung sebanyak empat kali. Pertemuan pertama itu disebut berlangsung pada Agustus 2020.

"Jadi waktu itu, saya dari Cirebon proses pengurusan SIM minta tolong ke Robin, paginya saya diarahkan ke asrama PTIK, di situ saya mau mandi, tapi beliau ada pekerjaan, jadi batal," ungkap Agus.

Agus mengatakan saat itu diminta AKP Robin mengantarnya ke rumah dinas Azis Syamsuddin. Sebelum jalan, Agus diminta membawa ranselnya yang sudah dikosongkan kemudian tas itu diisi kardus kosong.

"Terus dimasukkan kardus kosong, kenapa tas dimasukkan kardus kosong?" tanya jaksa KPK.

"Saya nggak tahu. Yang masukan (kardus) beliau, karena saya minta kardus kosong di kantin terus kita bergeser arah ke rumah Pak Azis," ucap Agus.

Setelah itu, Agus mengatakan sesampainya di rumah Azis, Robin membawa tas ransel berisi kardus itu ke dalam rumah Azis. Setelah kembali, Robin tampak membawa goodie bag berwarna hitam.

"Pak Robin turun bawa ransel, terus Robin (kembali) masuk ke dalam mobil tetap bawa ransel yang berisi kardus tadi, tapi ada bawa goodie bag warna hitam," ungkap Agus.

Menurut Agus, pertemuan AKP Robin dan Azis Syamsuddin berlangsung sekitar 15 menit. Dia tidak tahu Robin saat itu bertemu dengan siapa saja di dalam rumah Azis.

Agus juga menyebut goodie bag itu berisi uang yang dia tidak pernah lihat sebelumnya. Dia menyebut uang itu berkaitan dengan pengurusan perkara Azis di KPK.

"Sepanjang jalan beliau (Robin) ada buka goodie bag, ternyata ada uang yang baru kali itu saya lihat waktu itu, ada uang warna hitam dan warna lain," tutur Agus.

"Dijelaskan uang dari siapa dan uang kepentingan apa?" kata jaksa.

Simak berita lengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan video 'KPK Dalami Pihak Penyuap Eks Penyidik KPK, Termasuk Azis Syamsuddin':

[Gambas:Video 20detik]



"Saat itu beliau belum dikomunikasikan, yang jelas untuk bantu perkara Pak Azis," jawab Agus.

Agus juga menyebut setelah dari rumah Azis, dia dan Robin langsung menuju money changer dan menukarkan uang dalam goodie bag itu. Namun, dia mengaku tidak mengetahui berapa uang yang ditukar.

"BAP saudara menyatakan 'selanjutnya sebagian uang dimasukkan sebagian ke dompet Robin, dan sebagian lagi dimasukkan ke goodie bag dan kemudian ditukar ke money changer. Robin sampaikan saya bahwa Azis meminta bantuan ke Robin, tapi saya nggak ngerti maksudnya, BAP ini benar?" tanya jaksa dan dijawab 'benar' oleh Agus.

Pertemuan Kedua Robin-Azis

Lebih lanjut, Agus juga mengungkapkan pertemuan Azis Syamsuddin dan Robin pada Februari 2021. Agus menyebut pertemuan itu terjadi pada malam hari di rumah dinas Azis.

Agus mengatakan, saat itu, pertemuan Robin dan Azis Syamsuddin hampir tertunda lantaran di rumah Azis ada pertemuan DPP Golkar. Setelah menunggu agak lama, pertemuan Azis dan Robin pun terjadi.

"Saya antar ke kediaman bapak asuh tersebut, Pak Azis, beliau (Robin) turun. Sehubungan di rumah tersebut sepertinya ada kegiatan lain ada beberapa orang tertentu sedang berkumpul. Beliau ke mobil sambil menunggu (Azis) beliau juga ngomong di dalam ada pertemuan rapat DPP Golkar, nggak lama kemudian (Robin) di telepon suruh ke dalam," jelas Agus.

Menurut Agus, setelah pertemuan itu sama seperti sebelumnya, Robin kembali membawa goodie bag berisi uang usai keluar dari rumah Azis. Setelah dari rumah Azis, mereka menuju ke money changer.

"Setelah itu ada beliau seperti awal kejadian, bawa goodie bag lagi warna cokelat. Kita langsung tukar dolar ke money changer untuk transaksi, seingat saya dalam satu malam ada 2 transaksi," ungkap Agus.

Jaksa kemudian mengonfirmasi berita acara pemeriksaan (BAP) Agus yang menyatakan uang yang didapat Robin di rumah dinas ini berkaitan dengan pengurusan perkara mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari. Agus membenarkan BAP itu.

"BAP: menurut Stepanus uang tersebut (yang ditukarkan Robin) dari Azis untuk bantu pengurusan perkara Saudari Rita Widyasari yang sedang ditahan di lapas wanita dan anak di Tangerang?" ucap jaksa konfirmasi BAP dan dijawab 'iya' oleh Agus.

Dalam perkara ini yang duduk sebagai terdakwa adalah AKP Robin dan Maskur Husain. Robin didakwa bersama Maskur Husain menerima suap yang totalnya Rp 11 miliar dan USD 36 ribu atau setara Rp 11,538 miliar berkaitan dengan penanganan perkara di KPK. Mantan penyidik KPK itu menerima suap dari sejumlah nama, termasuk dari Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

Azis Syamsuddin.Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (Dok. Istimewa)
(zap/aud)