Sidang Hoax Babi Ngepet

Eks Ketua RW Mengaku Disuruh Adam Ibrahim Baca Ayat Kursi ke Babi Ngepet

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 15:55 WIB
Sidang pemeriksaan saksi terdakwa Adam Ibrahim terkait kasus hoax babi ngepet
Terdakwa Adam Ibrahim jalani sidang. (Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta -

Mantan Ketua RW 04 Bedahan, Sawangan, Depok, Hamdani, menceritakan detik-detik penangkapan diduga babi ngepet oleh warga di Depok. Hamdani mengatakan babi ngepet itu ditangkap oleh 4 orang dalam keadaan telanjang atau bugil. Setelah itu, terdakwa Adam Ibrahim--yang mengklaim dirinya ustaz di daerah tersebut--memintanya membacakan ayat Kursi ke babi itu.

"Awalnya saya nggak tahu, saya sedang salat malam, jam 00.20 WIB lah di depan rumah saya ada rame-rame. Lalu ada yang ketangkap, yang saya lihat bugil itu 4 orang, Pak. Setelah babi ditangkap sebelum masuk kandang. Saya tanya dulu, pak ustaz menyuruh saya bacain ayat Kursi, saya bacain ayat Kursi, Pak, sampai 3 kali," kata Hamdani, di PN Depok, Senin (20/9/2021)

Setelah itu, babi tersebut dimasukkan ke kandang, kemudian warga mencari kalung seperti tasbih yang ada di dekat kandang tersebut dan dikalungkan di babi tersebut. Ia mengatakan kondisi kandang tersebut masih baru.

"Kalau kandang itu sudah ada tapi cuma karena nggak tanya buat apa, kandang baru dibikin (milik terdakwa). Kayu masih baru semua," katanya.

Hamdani lalu bertanya kepada terdakwa Adam mengenai bagaimana kronologi penangkapan diduga babi ngepet tersebut. Menurut Hamdani, berdasarkan cerita terdakwa Adam kepadanya awalnya terdapat 3 orang berboncengan motor, kemudian 1 orang turun, duduk jongkok sekitar 1 jam kemudian kepalanya terlebih dulu berubah menjadi babi.

"Itu cerita pak ustaz," katanya.

Namun, Hamdani mengaku tidak melihat sendiri bagaimana proses perubahan dari wujud manusia hingga menjadi seekor babi. Kemudian sekitar pukul 06.00 pagi, warga banyak datang berkerumun di dekat kandang babi tersebut, saat itu terdakwa Adam meminta Hamdani mengumumkan dan menanyakan warga apakah ada anggota keluarganya yang hilang, sedangkan awalnya babi tersebut akan dipotong setelah 3 hari.

Sidang pemeriksaan saksi terdakwa Adam Ibrahim terkait kasus hoax babi ngepetSidang pemeriksaan saksi kasus hoax babi ngepet. (Yulida Medistiara/detikcom)

"Karena kata Pak Ustaz sendiri kan nunggu 3 hari kan, sampai 3 hari itu jadi manusia lagi, walau bagaimanapun saya kan kenal baik beliau. Saya umumkan menggunakan sound system milik warga yang dititipkan di Pak RT. Bahasannya saat mengumumkan 'Assalamualaikum wr wb, Bapak-bapak/Ibu-ibu, mohon maaf apabila kalau ada Bapak/Ibu kehilangan anak atau suami atau istri segera tolong hubungi ke sini atau ke saya,' Pak," kata Hamdani.

Kemudian terdakwa Adam melakukan orasi di depan warga pada pukul 12.00 siang nantinya babi tersebut akan dipotong. Namun Hamdani mengatakan hingga detik-detik pemotongan babi tersebut tidak ada warga yang mendatanginya mengaku memiliki keluarga yang hilang.

"Nggak ada," katanya.

Lebih lanjut saksi Hamdani mengaku sempat menyarankan agar babi tersebut dibawa ke kantor polisi untuk diamankan tetapi tidak jadi karena khawatir hilang. Sementara itu, di lokasi kejadian terdapat ratusan orang ingin menyaksikan babi tersebut.

Hamdani mengaku sempat melihat ada warga yang dimintai uang retribusi bagi warga yang parkir motor tersebut dan uang tersebut diduga diberikan kepada terdakwa Adam. Hamdani mengatakan saat itu banyak sekali warga yang datang untuk menyaksikan kehebohan babi ngepet tersebut.

"Merasa warga pengen tahu jelas, apa sih benar nggak babi ngepet ini," katanya.

Selengkapnya halaman berikutnya.