Bupati Labura Tegur Guru SD Gegara Jarang Masuk-Murid Tak Bisa Baca

Ahmad Fauzi Manik - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 15:34 WIB
Bupati Labura Hendri Yanto menegur sejumlah guru SD yang jarang masuk (dok. FB Hendri)
Bupati Labura Hendri Yanto menegur sejumlah guru SD yang jarang masuk. (dok. FB Hendri)
Labuhanbatu Utara -

Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) Hendri Yanto Sitorus menegur sejumlah guru sekolah dasar (SD) negeri di wilayahnya. Dia menegur para guru itu gara-gara jarang masuk dan berujung murid tak bisa membaca.

Ada 11 guru di salah satu SD negeri yang ditegur. Para guru itu diberi waktu 1 bulan agar murid-muridnya bisa membaca, menulis, dan berhitung.

"Saya dan Wabup menegur 11 orang guru atau tenaga pengajar yang jarang masuk," kata Hendri di media sosialnya seperti dilihat detikcom, Senin (20/9/2021).

Hendri mengatakan ada sanksi kepada para guru jika target yang diberikannya tak terpenuhi. Dia mengaku kecewa terhadap masalah ini.

"Dalam rapat itu, kami mendapatkan pengakuan guru yang jarang masuk. Saya sangat kecewa dan marah," tuturnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Labura, Muhammad Suib, mengatakan Wakil Bupati Labuhanbatu Utara Samsul Tanjung melakukan sidak ke SD tempat para guru tersebut mengajar. Samsul kemudian melakukan beberapa tes kepada sebagian murid dan kaget karena banyak yang belum bisa membaca.

"Banyak murid yang kita temukan belum bisa baca, tulis, dan berhitung. Yang kelas tinggi, 4, 5, 6. Bukan kelas 1 atau 2, kelas tinggi," kata Suib.

Temuan ini kemudian disampaikan Wabup kepada Bupati dan berujung teguran. Suib mengatakan Pemkab Labura bakal meningkatkan kualitas pendidikan dasar.

"Ini kan sebenarnya kasuistik sifatnya, jadi misalnya jika ada kita temukan lagi tentu kita tindak lanjuti," kata Suib.

Dia meminta maaf jika pelayanan pendidikan di Labura belum maksimal. Menurutnya, pengecekan juga bakal dilakukan ke sekolah-sekolah lain.

"Kita ini kan pelayanan langsung kepada masyarakat, tidak tertutup kemungkinan kita akan turun ke sekolah-sekolah lainnya. Intinya, kita berusaha maksimal agar hal seperti ini tidak ada lagi," katanya.

(haf/haf)