Kasus Korupsi Danareksa Sekuritas Rp 155 M, Bos PT ES Dibui 8 Tahun

Andi Saputra - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 11:46 WIB
Gedung Pengadilan Tinggi Jakarta
Gedung PT DKI Jakarta (ari/detikcom)
Jakarta -

Pemilik saham mayoritas PT Evio Securities (ES), Rennier Abdul Rahman Latief dihukum 8 tahun penjara dalam kasus korupsi dan pencucian uang Danareksa Sekuritas sebesar Rp 155 miliar. Putusan itu dikuatkan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta.

Hal itu tertuang dalam putusan yang dilansir website PT Jakarta, Senin (20/9/2021). Rennier melakukan perbuatannya bekerjasama dengan Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas, Marciano Hersondrie Herman serta Direktur Finance, Operation dan Technologi PT Danareksa Sekuritas, Erizal. Ikut pula Direktur PT Aditya Tirta Renata, Zakie Mubarak.

Jaksa dalam dakwannya menyebut Rennier melakukan kesepakatan dengan Marciano agar PT Danareksa Sekuritas bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) dan penjamin emisi efek (underwriter) serta penasihat keuangan (financial advisor). Padahal PT Danareksa Sekuritas belum melakukan analisis internal termasuk kondisi keuangan yang belum memadai sebagai pembeli siaga (stand by buyer).

Di lain pihak, Rennier sengaja mengkondisikan laporan penilaian KJPP atas Saham PT RITS Ventures Limited selaku Holding PT Indo Wana Bara Mining Coal agar memenuhi persyaratan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan listing di bursa saham.

"Rennier, Teguh Ramadhani, Marciano Hersondrie Herman dan Sujadi melakukan kesepakatan membuka akun rekening efek di PT Danareksa Sekuritas atas nama beberapa nominee yang digunakan untuk perdagangan saham di bursa dengan menggunakan jaminan berupa saham SIAP yang tidak masuk dalam Daftar Tradable Shares yang diterbitkan oleh Komite Pengelolaan Risiko (KPR) PT Danareksa Sekuritas," kata jaksa.

Jaksa menyebut perbuatan Rennier itu mengakibatkan kerugian negara Rp 150 miliar lebih. Di mana PT Danareksa Sekuritas adalah anak usaha BUMN PT Danareksa.

Singkat cerita, Rennier Abdul Rahman Latief akhirnya dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) pada 7 Mei 2021. Majelis menjatuhkan hukuman 8 tahun dan denda Rp 300 juta subdisair 6 bulan. Rennier Abdul Rahman Latief juga diwajikan mengembalikan Rp 155 miliar.

Aset Rennier Abdul Rahman Latief yang dirampas untuk negara yaitu:

1. Tanah dan bangunan di Jalan Jeruk Purut Terusan, Cilandak Timur seluas 1.270 m2
2. Tanah dan bangunan di Jalan Jeruk Purut Terusan, Cilandak Timur, seluas 1.440 m2.
3. Tanah dan bangunan di Jalan Jeruk Purut Terusan, Cilandak Timur, seluas 2.505 m2.
4. Tanah dan bangunan di Jalan Jeruk Purut Terusan, Cilandak Timur, seluas 340 m2.
5. Satu unit apartemen di One Pacific Place, Jalan Sudirman, Jakarta.
6. Tanah dan bangunan di Jalan Mendawai I Nomor 47, Jakarta Selatan.

Rennier Abdul Rahman Latief tidak terima dengan putusan di atas dan mengajukan banding. Apa hasilnya?

"Menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang dimintakan banding tersebut," kata ketua majelis Muhammad Yusuf dengan anggota Haryono, Singgih Budi Prakoso, Lafat Akbar dan Reny Halida Ilham Malik.

Di kasus ini, PN Jakpus juga menjatuhkan hukuman:

1. Marciano dihukum 7 tahun penjara di tingkat pertama.
2. Erizal dihukum 5 tahun penjara dan mengajukan kasasi.
3. Zakie dihukum 5 tahun penjara di tingkat pertama.

Lihat juga video saat 'Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Danareksa':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/dnu)