Bos Perusahaan Sekuritas Diperiksa Jaksa di Kasus BPJS Ketenagakerjaan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 17:50 WIB
Stok Ilustrasi Kejagung
Ilustrasi Kejagung (Foto: dok detikcom)
Jakarta -

Sejumlah direksi perusahaan sekuritas menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan pengelolaan keuangan dan dana investasi pada BPJS Ketenagakerjaan. Ada lima saksi yang diperiksa.

"Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan keuangan dan dana investasi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan," ujar Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (2/2/2021).

Selain itu ada sejumlah saksi yang diperiksa yaitu:
1. BS selaku Direktur PT BRI Danareksa Sekuritas;
2. IC selaku Direktur Utama PT Panin Sekuritas, Tbk;
3. NY selaku Head of Equity Sales pada PT Sucor Sekuritas;
4. SAP selaku Head Institusi PT Valibury Sekuritas Indonesia; dan

5. TM, selaku Presiden Direktur Indo Premier Sekuritas.

Diketahui, Kejagung menaikkan status kasus dugaan korupsi kasus penyimpangan pengelolaan keuangan dan dana investasi BPJS Ketenagakerjaan ke tingkat penyidikan. Kejagung telah menggeledah kantor BPJS Ketenagakerjaan dan menyita sejumlah dokumen.

"Tim jaksa penyidik telah melakukan penggeledahan di kantor pusat BPJS Ketenagakerjaan di kawasan Jakarta Selatan dan menyita data serta dokumen," kata Leonard sebelumnya.

Penggeledahan tersebut dilakukan pada Senin (18/1) kemarin. Kejagung belum menyampaikan terkait berapa nilai kerugian negara dalam kasus ini.

Kejagung juga belum mempublikasikan terkait modus dari dugaan penyimpangan investasi di BPJS Ketenagakerjaan. Namun Kejagung mengatakan dugaan penyimpangan investasi seperti pada kasus Jiwasraya.

"Belum bisa dipastikan modusnya, tapi menyangkut investasi seperti Jiwasraya, tapi modusnya masih belum berani kami buka," kata Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah kepada wartawan di Gedung Bundar Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/12).

"Yang jelas kami ingin tahu, itu investasi ke mana saja, besarannya berapa dan nilai saat ini berapa. Karena ada pengajuan BPK kalau investasi menyimpang," imbuh dia.

Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mengaku menghormati proses hukum Kejagung. Pihaknya akan bersikap transparan pada pemeriksaan.

"Kami mengedepankan asas praduga tidak bersalah dan menghormati proses penyidikan yang sedang berlangsung di Kejagung," ujar Deputi Direktur Humas dan Antarlembaga BP Jamsostek (BPJS Ketenagakerjaan), Irvansyah Utoh Banja, dalam keterangannya, Rabu (20/1).

Simak video 'Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan adalah Hak Bagi Seluruh Pekerja Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/dhn)