Kejagung Periksa 3 Tersangka Terkait Kasus TPPU Danareksa Sekuritas 

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 20:41 WIB
Gedung Bundar Kejaksaan Agung
Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Kejaksaan Agung mengusut kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas ke PT Evio Sekuritas tahun 2014-2015. Kejagung memeriksa 3 tersangka terkait tindak pidana korupsi pemberian fasilitas pembiayaan itu.

"Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, melakukan pemeriksaan 4 orang sebagai saksi yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari tindak korupsi (Tipikor) dalam pemberian fasilitas pembiayaan dari PT. Danareksa Sekuritas kepada PT. Evio Sekuritas dan PT Aditya Tirta Renata Tahun 2014-2015," kata Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono, dalam keterangannya, Senin (27/7/2020).

Hari mengatakan hari ini ada 4 saksi yang diperiksa terdiri dari 3 tersangka dan 1 pengusaha. Adapun 3 tersangka yang diperiksa yaitu Zakie Mubarak Yos, Rennier Abdul Rahman Latief, Teguh Radhani. Serta 1 pengusaha Iwan Bogonanta selaku Direktur PT Indowana Baramaining Coal.

Para saksi dimintai keterangannya agar dijadikan bukti berupa keterangan saksi guna pembuktian perbuatan tersangka perkara dugaan tindak pidana pencucian uang dalam pemberian fasilitas pembiayaan dari PT. Danareksa kepada PT, Evio Sekuritas maupun kepada PT. Adirtya Tirta Renata.

"Selaku pengurus perusahaan para saksi dianggap ada kaitannya dengan proses penyaluran dana atau keuangan dari PT. Evio Sekuritas maupun PT. Aditya Tirta Renata yang didalamnya ada peran Tersangka TPPU," katanya.

Sebelumnya, penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Direktur PT Evio Sekuritas Rennier AR Latief sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas ke PT Evio Sekuritas tahun 2014-2015. Diketahui, Rennier telah lebih dulu berstatus tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi (tipikor).

"Hari ini tim penyidik menetapkan lagi terhadap salah satu tersangka yaitu insinyur R dalam dugaan tindak pidana pencucian uang sehingga terhadap satu tersangka ini disangka melakukan tipikor dan TPPU," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono kepada wartawan di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jalan Sultan Hasanudin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/6).

Rennier disangkakan Pasal 3 atau 4 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Hari menyebut dalam kasus ini, ada dugaan dan upaya tersangka untuk menyamarkan hasil kejahatannya.

Selanjutnya
Halaman
1 2