Bundaran HI Mulai Ramai Pesepeda, Warga Harap CFD Kembali Dibuka

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 10:02 WIB
Pesepeda di Bundaran HI.
Pesepeda di Bundaran HI (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Pesepeda mulai ramai melintasi kawasan Bundaran HI, Jakarta. Terlihat juga warga berolahraga di kawasan mengelilingi air mancur Bundaran HI.

Pantauan di lokasi, Minggu (19/9/2020), para pesepeda dan pelari mengenakan masker, namun ada pula yang mengenakan masker di dagu. Pelari terlihat melintas di trotoar, sedangkan para pesepeda berada di lajur sepeda di sisi kiri jalan.

Beberapa warga terlihat menyempatkan diri untuk berswafoto di air mancur. Satpol PP yang berjaga di sekitar lokasi mewanti-wanti pesepeda agar tidak berkerumun.

"Silakan lanjutkan perjalanan, jangan berkerumun," kata petugas Satpol PP.

Satpol PP juga menegur pelari dan pesepeda yang tidak memakai masker. Lalu lintas di lokasi terpantau ramai lancar.

Salah seorang warga, Nila (28), mengaku belum tahu jika CFD masih ditiadakan di PPKM level 3. Kendati demikian, dia meminta Pemprov DKI untuk mengadakan CFD kembali agar bisa berolahraga dengan leluasa.

"Tentu lah semuanya pasti ingin ada CFD lagi biar bisa normal lagi, tapi kalau ada CFD kan kita bisa olahraga yang emang benar niat olahraga bukan cuman kumpul-kumpul teman, tidak, karena kita emang niat olahraga," ungkapnya.

Senada dengan Nila, Aulia (22) warga Jakarta lainnya juga meminta Pemprov DKI mengadakan kembali CFD. Selain bisa olahraga, Aulia mengaku ingin menghirup udara segar.

"Karena seru aja, kalau tiap pagi, tiap weekend kan jogging olahraga kalau ada CFD lagi kan, jenuh juga kita," tuturnya.

Diketahui, pemerintah mengumumkan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2, 3, dan 4 di Jawa-Bali. PPKM diputuskan untuk kembali diperpanjang sepekan, artinya akan berlaku hingga 20 September.

Pengumuman disampaikan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan lewat konferensi pers virtual, Senin (13/9). Luhut mengatakan evaluasi dilakukan setiap pekan untuk PPKM Jawa-Bali.

"Pemerintah hari ini sekali lagi mempertegas pertanyaan banyak orang kapan PPKM Level Jawa Bali ini akan terus diberlakukan. Pemerintah menegaskan akan terus memberlakukan PPKM Level ini di seluruh wilayah Jawa Bali dan melakukan evaluasinya tiap satu minggu guna menekan angka kasus konfirmasi dan tidak mengulang kejadian yang sama di kemudian hari," ucap Luhut.

Ada daerah yang mengalami penurunan level PPKM, salah satunya Bali. Penurunan dilakukan setelah ada evaluasi terhadap kondisi Corona di wilayah tersebut.

Dia juga menyebut masih banyak masyarakat yang abai terhadap penerapan protokol COVID-19. Luhut mengingatkan masyarakat yang abai terhadap prokes bisa memicu gelombang baru peningkatan kasus Corona.

"Kalau dilepas tidak dikendalikan bisa ada gelombang berikutnya," ucap Luhut.

Simak juga 'Waduh! Baru Dipamerkan, Tugu Sepatu di Sudirman Dicorat-coret':

[Gambas:Video 20detik]

(whn/idn)