Prokes dan Vaksinasi Jadi Kunci Hadapi Transisi Pandemi ke Endemi

Nurcholis Maarif - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 21:54 WIB
Siswa/i berkebutuhan khusus mengikuti kegiatan vaksinasi massal di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1, Bantul, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, Jumat (10/9/2021). Pemberian vaksinasi kali ini diharapkan bisa memberikan perlindungan khususnya bagi pelajar SLB.
Foto: Pius Erlangga
Jakarta -

Masyarakat harus mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan pandemi COVID-19 menjadi endemi di kemudian hari. Protokol kesehatan dan vaksinasi dinilai menjadi kunci masyarakat dalam menghadapi transisi pandemi menjadi endemi.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) DR. dr. Hariadi Wibisono menjelaskan pandemi adalah wabah penyakit yang menyerang luas ke beberapa negara dengan peningkatan jumlah kasus dan kematian. Sedangkan endemi adalah situasi saat suatu penyakit selalu ada walau jumlahnya tidak banyak dan tidak meningkat.

"Pandemi berubah jadi endemi bila penanganan kasus cukup berhasil menekan jumlah kasus, namun tidak sampai habis sehingga masih ada kasus yg bersifat konstan dan sporadis," ujar dr. Hariadi dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/9/20210).

Sebaliknya, kata dr. Hariadi, apabila endemi tidak diawasi dengan fungsi surveilans yang baik akan menimbulkan peningkatan jumlah kasus yang tak terpantau. Jika dibiarkan terus meningkat membuat endemi dapat berubah menjadi epidemi atau wabah.

"Dan bila wabah di suatu daerah/negara tidak tertangani dengan baik akan meluas ke negara-negara lain maka menjadi pandemi," kata dr. Hariadi.

Untuk melanjutkan transisi menuju endemi, ia mengatakan langkah yang dilakukan pemerintah adalah memperkuat fungsi surveilans di ujung tombak dengan menyiapkan tenaga yang terlatih dalam menemukan, melacak, dan mengambil spesimen serta tindakan pemutusan penularan setempat.

"Sedangkan bagi masyarakat yang perlu dilakukan adalah kesadaran pentingnya protokol kesehatan serta vaksinasi," ujarnya.

Sementara itu, Pakar Imunisasi dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH. DSc menambahkan pandemi menjadi endemi bila sirkulasi virus tidak bisa diputus. Virus tetap bersirkulasi dan berpindah-pindah dari satu kelompok ke kelompok masyarakat yang lain.

Untuk menuju endemi, menurut dr. Jane, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus mulai menempatkan epidemiolog di setiap kabupaten/kota untuk membantu mengidentifikasi fokus transmisi virus sebagai dasar untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan mengalokasikan sumber daya seperti vaksin, obat, alat, alokasi anggaran agar dapat memutuskan transmisi virus.

Di sisi lain, dr. Jane juga mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Masyarakat juga harus membantu pemerintah dalam penerapan PPKM untuk tetap kooperatif serta aktif mencari solusi agar dapat atasi masalah ekonomi," ujar Doktor Bidang Penelitian Pelayanan Kesehatan dari Erasmus University, Netherland ini.

(akd/ega)