Pemerintah Siapkan Infrastruktur Teknologi untuk Hidup Bareng COVID-19

Nurcholis Maarif - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 21:21 WIB
Masuk Grahadi hingga Kantor Gubernur Jatim Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Jakarta -

Pemerintah sedang mempersiapkan peta jalan dan infrastruktur dalam rangka menuju hidup berdampingan dengan COVID-19. Salah satunya pemanfaatan teknologi informasi dalam beraktivitas di tengah masyarakat.

"Dalam rangka menuju hidup berdampingan dengan COVID-19, pemerintah tengah mempersiapkan peta jalan dan infrastruktur pendukungnya. Sedangkan kepada masyarakat, kami mendorong untuk disiplin memakai masker, segera vaksinasi dan juga memanfaatkan teknologi informasi," tutur Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/9/2021).

Diungkapkannya, teknologi informasi dapat memberikan andil besar dalam perlindungan kesehatan sekaligus membantu masyarakat hidup berdampingan dengan COVID-19. Partisipasi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi tersebut dengan baik dan sesuai fungsinya, sangat diperlukan.

"Selain itu, penerapan protokol kesehatan masih menjadi kunci dari keseimbangan antara sisi kesehatan dan sisi aktivitas ekonomi. Kewaspadaan tetap menjadi perhatian selama kita hidup berdampingan dengan COVID-19, apalagi ketika pembukaan kegiatan dilakukan secara bertahap," ujarnya.

"Ayo disiplin memakai masker dan segera vaksinasi agar diri kita terlindungi, terutama untuk kelompok lansia yang memiliki risiko tinggi namun saat ini masih rendah cakupan vaksinasinya," imbuhnya.

Sementara itu, epidemiolog sekaligus peneliti senior Kamaluddin Latief menjelaskan penggunaan teknologi dalam aplikasi surveilans untuk mencegah penyakit menular sangat diperlukan. Pemanfaatan teknologi terbukti efektif dalam kehidupan sehari-hari di negara-negara maju seperti Korea, Jepang, Singapura, dan Taiwan.

"Aplikasi teknologi ini bermanfaat untuk membantu orang yang terkena COVID-19, maupun melindungi masyarakat luas dari kemungkinan keterpaparan. Memberikan informasi tentang situasi sekarang dan tempat yang harus dihindari," ujar Kamaluddin.

Di Tanah Air, dalam rangka mengoptimalkan perlindungan kesehatan warga, pemerintah telah menyediakan aplikasi karya anak bangsa PeduliLindungi, yang dapat digunakan sebagai salah satu alat bagi masyarakat dalam berkegiatan berdampingan dengan virus COVID-19.

Melalui aplikasi tersebut, pemerintah dapat dengan cepat melakukan tracing sehingga jika ada kasus baru dapat segera ditangani. Selain itu, penggunaan fungsi skriningnya dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat untuk beraktivitas di ruang publik, meski virus COVID-19 masih terus mengancam.

"Kemudian yang terpenting adalah tindak lanjut (follow up) temuan dari aplikasi. Semacam monitoring dan evaluasi bagi pemerintah dan masyarakat tentang situasi yang terjadi saat ini maupun prediksi masa depan, bukan hanya mencegah ledakan kasus serupa tapi juga ancaman penyakit lain di masa depan. Aplikasi teknologi seperti PeduliLindungi ini harus terus digunakan dan ditingkatkan demi perlindungan masyarakat," tutur Kamaluddin.

Dalam pemanfaatan aplikasi tersebut, tentu perlu dukungan dari banyak pihak, terutama yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Di antaranya para pengelola fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, sarana olahraga, transportasi, atau yang bersifat keagamaan. Para pengelola perlu segera menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk ruang kegiatan bersama.

Pemanfaatan teknologi informasi tidak hanya untuk perlindungan kesehatan. Dukungan dari sektor industri digital dinilai penting di masa pandemi, karena efisien dalam menggulirkan kegiatan sosial ekonomi tanpa menimbulkan mobilitas berskala besar.

Salah satunya adalah industri e-commerce (perdagangan elektronik). Hal tersebut juga dikemukakan oleh Chief Customer Officer Lazada Indonesia, Ferry Kuswono.

"Di Indonesia, e-commerce telah menjadi pilihan utama untuk masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari secara aman dan nyaman. Sektor ini telah menjadi poros strategi bisnis yang umum bagi para penjual dan brand ketika bisnis offline terdampak oleh protokol keselamatan COVID-19," ujarnya.

Untuk mendukung pemutusan rantai penularan COVID-19 dengan cara mengurangi mobilitas, menurut Ferry, pihaknya menyediakan variasi produk yang luas di platform. Mulai dari kebutuhan sehari-hari, kebutuhan ibu dan anak, hingga kebutuhan kesehatan seperti vitamin dan masker.

Selain itu, pihaknya terus memperkuat ekosistem eCommerce secara holistik dengan melakukan program vaksinasi di beberapa kota untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mitra kurir, pekerja logistik serta konsumen.

"Merekalah yang terus menggerakkan perekonomian, khususnya ekonomi digital, di tengah masa yang penuh tantangan ini," ujar Ferry.

(akd/ega)