3 Ribuan Orang Positif Keluyuran di Mal, Menkominfo: Kita Tindak!

Inkana Putri - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 00:05 WIB
PPKM level 4 di Sleman diberlakukan hingga 30 Agustus 2021 membawa kabar baik. Salah satunya, Sleman mendapatkan izin untuk uji coba pembukaan mal.
Foto: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

Data aplikasi Peduli Lindungi mencatat 3.830 orang positif COVID-19 masih beraktivitas di ruang publik, seperti mal, pabrik, transportasi publik, dan tempat wisata. Oleh karena itu, pemerintah mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dengan menghindari aktivitas di ruang publik saat berstatus positif COVID-19.

Merespons hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan saat ini pemerintah akan segera merujuk orang dengan kategori hitam untuk dipindahkan ke fasilitas isolasi terpusat (isoter) terdekat. Dalam hal ini, pemerintah turut melibatkan Satgas COVID-19 di fasilitas publik dan dinas kesehatan tiap daerah.

"Pemerintah terus memantau dan menindak setiap individu yang terdeteksi sebagai kategori hitam atau berstatus positif COVID-19 dalam aplikasi PeduliLindungi tetapi masih mencoba beraktivitas di ruang publik," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/9/2021).

Selain itu, Johnny mengimbau para petugas penjaga pintu masuk agar memperketat pengawasan. Dengan demikian, warga yang positif COVID-19 tidak lolos pemeriksaan.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta untuk mematuhi protokol kesehatan dan tidak nekat bepergian jika positif COVID-19 sehingga treatment penyembuhan pun berlangsung optimal.

"Aktivitas di luar ruangan jelas sangat beresiko membahayakan kesehatan orang lain. Pemerintah meminta masyarakat untuk ikut meningkatkan kesadaran dan bertanggung jawab dengan menghindari risiko penularan ke orang lain," katanya.

Menurut Jhonny, berbagai upaya ini dilakukan untuk menghindari lonjakan kasus COVID-19. Mengingat pada pertengahan Juni-Agustus 2021, peningkatan kasus disebabkan oleh varian Delta dan aktivitas sosial ekonomi yang tidak diimbangi dengan disiplin protokol kesehatan.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi pun kembali mengingatkan soal gelombang COVID-19 yang dapat terjadi. Terlebih, saat ini muncul ancaman varian virus baru yang dapat mempengaruhi tingkat penularan dan kemanjuran vaksin.

"Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah. pandemi belum usai, tetap patuhi protokol kesehatan dan tingkatkan cakupan vaksinasi kita," pungkasnya.

(ega/ega)