Pengunjung Senang Dufan Dibuka Kembali: Semoga COVID Cepat Hilang

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 13:23 WIB
Dufan
Dufan (Azhar/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta kini membuka kembali sejumlah tempat wisata dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, salah satunya Dufan, Ancol. Para pengunjung mengungkapkan rasa senangnya karena bisa kembali berwisata.

Salah satunya diungkapkan oleh Sadam (31), yang mengatakan sudah hampir dua tahun tidak ke Dufan. Sadam merasa terhibur walaupun tak semua wahana bisa beroperasi.

"Ya senang sih, dari hampir 2 tahun. Ekspektasinya lumayan, walaupun wahananya belum buka semuanya, cukup menghibur," kata Sadam saat ditemui di Dufan, Sabtu (18/9/2021).

Namun Sadam masih meragukan dengan dibukanya tempat wisata oleh pemerintah. Sadam pun mementingkan prokes yang ketat.

"Kalau tepat sih, sudah, tapi 50 persen sih nggak bisa sekaligus gitu, jadi bertahap. Yang penting itu yang diterapkan 5M, pakai masker jaga jarak, batasi kapasitasnya," katanya.

Hal itu juga diungkapkan oleh Ari (21), yang senang bisa kembali berwisata bersama teman-temannya di Dufan. Dia merasa pemerintah sudah tepat membuka tempat wisata asalkan dengan prokes yang ketat.

DufanSadam dan Esa, pengunjung Dufan, Sabtu (18/9/2021). (Azhar/detikcom)

"Seneng ya pasti, bisa buka lagi. Jadi bisa main, have fun lagi di Dufan," ujar Ari.

"Mungkin (pemerintah) sudah tepat ya. Kan soalnya menerapkan 3M itu," imbuhnya.

Selanjutnya, hal itu juga dirasakan oleh Esa (22), yang turut senang bisa kembali ke Dufan. Dirinya berharap COVID-19 segera hilang agar tempat wisata dibuka selamanya.

"Pastinya seneng, karena kan sudah lama ya. Ini bisa bareng teman-teman lagi. Semoga juga COVID cepat hilang, biar wisata dibuka semuanya," ujar Esa.

Senada dengan yang lain, Esa mengatakan keputusan pemerintah soal pembukaan wisata ini sudah tepat, asalkan dengan prokes yang ketat. Esa menilai masyarakat juga memiliki peran penting dalam menerapkan prokes.

"Ya mungkin tepat, karena kan pasti diterapkan prokesnya juga. Jadi menurut saya, balik lagi ke kesadaran masyarakatnya sih," ujarnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: