Cerita Pegawai KPK Bakal Diberhentikan Mewek Saat 'Dilarang' Beresin Meja

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 11:09 WIB
Cerita Pegawai KPK Bakal Diberhentikan Mewek saat Dilarang Beresin Meja
Ada tulisan dilarang beresin meja di meja pegawai KPK yang akan segera diberhentikan (Foto: dok. Screenshot video Twitter @tatakhoiriyah)
Jakarta -

Satu per satu pegawai KPK yang segera diberhentikan berkemas dari gedung Merah-Putih. Namun ternyata ada 'larangan' bagi pegawai yang hendak meninggalkan KPK. Kenapa?

Cerita itu disampaikan salah satu staf Humas KPK Tata Khoiriyah, yang juga telah menerima surat pemberitahuan soal pemberhentian dirinya bersama 55 orang pegawai lainnya. Mereka diberhentikan karena dinyatakan tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai asesmen untuk alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Melalui akun Twitternya, Tata mengunggah video meja kerjanya dan meja rekan kerja lainnya, Tri Artining Putri yang juga ditempeli beragam tulisan seperti 'dilarang beresin meja' hingga 'woi jangan diberesin yak! awas lo!'. Tulisan-tulisan itu ditempel rekan-rekan kerja Tata yang masih bertahan di KPK yang sepertinya tidak rela melepas kepergiannya.

"Sangat mengejutkan saya melaporkan dari kondisi terakhir meja saya sendiri ada palang gak jelas iki loh dilarang beresin meja," kata rekan Tata, Tri Artining Putri dalam video seperti dikutip dari akun Twitter-nya, @tatakhoiriyah, Jumat (17/9/2021).

Tampak pula pesan-pesan lain yang memberikan dukungan kepada Tata dan rekannya Tri Artining Putri. Tulisan dalam pesan itu seperti 'harus tetap semangat!', 'pokoknya harus semangat pantang menyerah!'.

"Galak-galak sekali guys larangannya, hal yang sama terjadi juga di meja lainnya, kalau kita beresin gimana, ini masih tetap bisa kita beresin," ujar Tri Artining Putri lagi.

Dalam caption cuitannya itu, Tata mengaku terharu atas dukungan yang diberikan pegawai KPK lainnya.

"Antara mau mewek terharu sama mau ketawa lihat kelakuan teman-teman kantor. Bakal kangen sama mereka," ujar Tata.

Diberitakan sebelumnya, KPK akan memberhentikan 56 pegawainya yang tak lolos dalam TWK secara hormat per 30 September 2021. Kini telah memasuki pertengahan bulan September, sehingga Novel Baswedan dkk tinggal hitungan hari bekerja di KPK.

"Terhadap enam orang pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat dan diberi kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara dan wawasan kebangsaan namun tidak mengikutinya, maka tidak bisa diangkat sebagai ASN dan akan diberhentikan dengan hormat per 30 September 2021. Memberhentikan dengan hormat kepada 50 orang pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat per tanggal 30 September 2021," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di KPK, Rabu (15/9).

(yld/dhn)