Pegawai KPK yang Bakal Diberhentikan Beresin Meja Pagi-pagi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 12:01 WIB
Yudi Purnomo
Yudi Purnomo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Satu dari 56 pegawai KPK yang segera diberhentikan, Yudi Purnomo, mengaku pagi-pagi datang ke KPK. Biasanya dia melakukan hal itu ketika ada operasi tangkap tangan (OTT), tapi kini ada hal lain yang dilakukannya.

"Biasanya datang pagi karena OTT nangkap koruptor, kini datang beresin meja kerja," ucap Yudi melalui akun Twitter-nya, Rabu (16/9/2021). Yudi telah mengizinkan detikcom mengutip cuitannya.

Kedatangan Yudi pagi-pagi ke kantor agar tidak bertemu rekan-rekannya. Dia mengaku tidak sanggup melihat suasana haru.

"Agar nggak ketemu banyak teman-teman pegawai, nggak sanggup lihat air mata berjatuhan atas suka-duka kenangan memberantas korupsi belasan tahun ini, dari semalem WA dan telepon dari mereka silih berganti," ucap Yudi.

Sebelumnya, dalam polemik Tes Wawasan Kebangsaan atau TWK, awalnya 75 pegawai KPK dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk beralih status menjadi ASN. Kini KPK memutuskan 56 orang di antaranya akan diberhentikan dengan hormat pada 30 September 2021.

"Terhadap 6 orang pegawai KPK yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan diberi kesempatan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan, namun tidak mengikutinya, maka tidak bisa diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara dan akan diberhentikan dengan hormat per tanggal 30 September 2021," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers, Rabu (15/9/2021).

"Memberhentikan dengan hormat kepada 50 orang pegawai KPK yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) per tanggal 30 September 2021," imbuhnya.

Awalnya, 75 pegawai gagal TWK itu dibagi menjadi 24 orang dan 51 orang. Dari 24 orang, hanya 18 orang yang sepakat untuk dibina ulang. Sedangkan dari 51 orang, ada satu orang yang pensiun, yaitu Sujanarko. Dengan begitu, total pegawai yang akan diberhentikan nantinya adalah 56 orang.

Simak video 'Pesan Firli untuk 56 Pegawai KPK yang Diberhentikan Akhir September':

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/fjp)