5 Tahun Mengungsi di Bali, WN Suriah Terpaksa Pulang Akibat Kecelakaan

Sui Suadnyana - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 00:24 WIB
Kepulangan pengungsi WN Suriah di Bali
WN Surian (kiri jaket abu-abu) Foto: Dok. Kanwil Kemenkumham Bali
Denpasar -

Warga negara asing (WNA) berkebangsaan Suriah bernama Louay Shoukair pulang ke negaranya setelah lima tahun mengungsi di Bali akibat perang di negaranya. Pria tersebut terpaksa pulang lantaran sempat mengalami kecelakaan di Bali.

"Yang bersangkutan telah lima tahun di Indonesia tanpa kejelasan penempatan ke negara ketiga. Keputusan itu terpaksa diambil LS karena setelah mengalami kecelakaan di Bali," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Bali Jamaruli Manihuruk, dalam keterangan tertulis, Kamis (16/9/2021).

Akibat kecelakaan, WN Suriah tersebut mengalami dislokasi tulang leher, bahu dan tangan kanannya. Karena itu, ia ingin segera ke Suriah melalui Libanon untuk dapat memperoleh perawatan kesehatan lebih intensif melalui dukungan keluarganya di Suriah dan Libanon.

Jamaruli mengatakan, yang bersangkutan ditindak administrasi keimigrasian dengan sukarela pada Rabu (15/9). Ia terbang dengan pesawat Batik Air nomor penerbangan ID6051 pukul 11.40 Wita menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan dikawal oleh satu orang Petugas Rumah Detensi Imigrasi Denpasar.

Dari Jakarta WNA tersebut diberangkatkan dengan menggunakan maskapai Qatar Airways dengan nomor penerbangan QR957 pukul 22.15 WIB dengan rute Jakarta Doha dan QR416 dengan rute Doha-Beirut. Melalui Libanon, ia akan menggunakan perjalanan darat menuju Suriah.

"Karena berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, bahwa sejak 19 Maret 2020 pemerintah Suriah menutup seluruh penerbangan Internasional menuju Suriah hingga waktu yang belum ditentukan," kata Jamaruli.

Sementara itu, Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar, Babay Baenullah menjelaskan, yang bersangkutan awalnya pada 9 Juni 2021 melaporkan diri ke pihaknya sebagai pengungsi mandiri yang ingin pulang secara sukarela ke Suriah.