Ibu Kopilot Rimbun Air Kenang Sosok Putranya: Anak Bontot yang Masih Manja

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 22:44 WIB
Pesawat Rimbun Air Jatuh
Ilustrasi Pesawat Rimbun Air Jatuh (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta -

Pihak keluarga mengungkap sosok Fajar, kopilot Rimbun Air yang jatuh di pegunungan Intan Jaya, Papua. Ibunda Fajar, Sri Purwati (54), menyebut putranya sebagai sosok yang manja, namun tetap bertanggung jawab.

"Anak saya ini anak bontot. Jadi jika sama saya memang dia masih agak manja. Kalau di luar saya itu jadi orang yang bertanggung jawab, baik sama istrinya, sama masyarakat, sama teman-temannya," kata Sri di rumah duka, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (16/9/2021).

Sri menyebut Fajar memiliki pergaulan yang luas. Fajar pun dikenal sebagai sosok yang ramah oleh keluarga dan tetangga.

"Dia humble, pergaulannya luas dari kalangan apa saja. Kemudian dia kalau dia di wilayah, di sini, dia dikenal ramah, baik hati, peduli sama lingkungan. Nanti boleh tanya ke tetangga," tuturnya.

Sri mengatakan almarhum Fajar memulai karir di dunia penerbangan pada 2017. Hingga akhirnya dia pindah ke Rimbun Air pada Januari 2020.

"Anak saya kopilot di PT Rimbun menang sudah lama. Dulunya di Aviastar dua tahun, kemudian habis kontraknya dia berganti maskapai, bekerja di Rimbun Air," jelasnya.

Sebelum terbang dengan Rimbun Air PK-OTW pada Rabu pagi kemarin, Fajar sempat berkomunikasi dengan keluarga. Fajar sempat melakukan panggilan video.

"Jadi anak saya selalu, setiap saat dia komunikasi, karena dia sedang punya anak kecil, lagi lucu-lucunya. Dia setiap mau terbang dan landing, dia sempatkan video call," kata Sri.

"Terakhir komunikasi dengan istrinya waktu Jakarta pukul 03.00 pagi. Dia mau berangkat terbang itu dia komunikasi, itu sempat video call dengan istrinya," lanjutnya.

Sri mengatakan almarhum baru saja mempunyai anak laki-laki. Usia anaknya baru sekitar 10 bulan.

"Dia memang tidak pernah menceritakan masalah pekerjaan. Jadi dia hanya kangen anaknya saja. Biasanya diminta update anaknya sedang apa," tutur dia.

Lebih lanjut Sri mengatakan keluarga besar ikhlas menerima 'kepergian' Fajar. Sri meyakini peristiwa yang dialami putranya adalah kehendak Tuhan.

"Kalau keluarga besar harus menerima, karena ini sudah ketentuan Allah. Jadi kita menerima, tetapi yang terkait dengan pekerjaan anak saya, baik hak maupun lain-lain, kita akan bicarakan dengan pihak manajemen Rimbun Air," tuturnya.