Round-Up

Maaf dari Bupati Badung Bali Usai Pelihara Satwa Dilindungi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 22:02 WIB
Bupati Badung, Bali I Nyoman Giri Prasta dikecam gegara mengunggah hewan peliharan miliknya yang ternyata merupakan satwa dilindungi, yakni owa siamang (symphalangus syndactylus). (dok. Istimewa)
Foto: Bupati Badung, Bali I Nyoman Giri Prasta dikecam gegara mengunggah hewan peliharan miliknya yang ternyata merupakan satwa dilindungi, yakni owa siamang (symphalangus syndactylus). (dok. Istimewa)
Jakarta -

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mendapat kecaman warganet gara-gara mengunggah peliharaan satwa dilindungi Owa Siamang di akun Instagram-nya. Usai dikecam, Giri Prasta pun meminta maaf.

Dirangkung detikcom, Kamis (16/9/2021), Giri Prasta mengunggah video dirinya bersama hewan peliharaannya di Instagram pada Rabu (15/9). Namun, video itu kini sudah dihapus.

"Ini namanya Mimi, jadi kita rawat dengan baik, kita sudah beri obat semua dan sekarang saatnya dia saya mengajarkan untuk berjalan. Miminya berjalan, Mimi-nya bergelayut. Ayo Mimi, yuk berjalan," kata Giri Prasta dalam unggahan videonya itu.

Giri Prasta Dikecam Warganet

Postingan Giri Prasta itu pun mendapat cibiran dari warganet. Warganet berkomentar dalam unggahan Giri Prasta dengan menegaskan bahwa satwa tersebut dilindungi.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali mengatakan bahwa Bupati Badung, Bali, I Nyoman Giri Prasta, memelihara Owa Siamang secara ilegal. Setelah ramai dikecam, Bupati Badung pun telah mengembalikan satwa yang dilindungi itu ke BKSDA Bali.

"Saya bilang itu pasti ilegal, tapi kita tidak bisa pastikan apakah itu dari luar Bali atau barangnya memang sudah lahir di Bali. Yang saya bisa pastikan adalah barang itu aslinya tidak dari Bali, itu bukan habitat endemik Bali. Tidak ada binatang itu bisa hidup alam liar di Bali. Karena dari dulu di Bali enggak ada jenis itu," kata Kepala BKSDA Bali Agus Budi Santosa kepada wartawan di kantornya, Rabu (15/9).

Agus mengatakan dia mendapatkan informasi dari Jakarta bahwa ada salah satu warga Bali memelihara satwa liar dilindungi. Karena mendapatkan informasi tersebut, dia langsung menelepon Giri Prasta.

"Kebetulan saya punya nomor teleponnya, tadi pagi saya telepon-telepon beliau, tapi tidak diangkat. Mungkin karena jamnya nggak pas, soalnya saya nelpon kepagian," kata Agus.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya: