Usai Ramai Dikecam, Bupati Badung Serahkan Owa Siamang ke BKSDA

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 17:39 WIB
Bupati Badung, Bali I Nyoman Giri Prasta dikecam gegara mengunggah hewan peliharan miliknya yang ternyata merupakan satwa dilindungi, yakni owa siamang (symphalangus syndactylus). (dok. Istimewa)
Bupati Badung, Bali, I Nyoman Giri Prasta, dikecam gegara mengunggah hewan peliharaan miliknya yang ternyata merupakan satwa dilindungi, yakni owa siamang (Symphalangus syndactylus). (Dok. Istimewa)
Denpasar -

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali mengatakan bahwa Bupati Badung, Bali, I Nyoman Giri Prasta, memelihara Owa Siamang secara ilegal. Setelah ramai dikecam, Bupati Badung pun telah mengembalikan satwa yang dilindungi itu ke BKSDA Bali.

"Saya bilang itu pasti ilegal, tapi kita tidak bisa pastikan apakah itu dari luar Bali atau barangnya memang sudah lahir di Bali. Yang saya bisa pastikan adalah barang itu aslinya tidak dari Bali, itu bukan habitat endemik Bali. Tidak ada binatang itu bisa hidup alam liar di Bali. Karena dari dulu di Bali enggak ada jenis itu," kata Kepala BKSDA Bali Agus Budi Santosa kepada wartawan di kantornya, Rabu (15/9/2021).

Agus mengatakan dia mendapatkan informasi dari Jakarta bahwa ada salah satu warga Bali memelihara satwa liar dilindungi. Karena mendapatkan informasi tersebut, dia langsung menelepon Giri Prasta.

"Kebetulan saya punya nomor teleponnya, tadi pagi saya telepon-telepon beliau, tapi tidak diangkat. Mungkin karena jamnya nggak pas, soalnya saya nelpon kepagian," kata Agus.

Bupati Badung Serahkan Owa Siamang ke BKSDA Bali

Kemudian Bupati Badung, Giri Prasta menghubungi BKSDA Bali antara pukul 09.00 Wita sampai 09.30 Wita. Saat itu, Giri Prasta mengatakan dirinya sudah berangkat ke BKSDA Bali untuk menyerahkan satwa yang ia beri nama Mimi tersebut.

"Terus tadi jam 11 sudah bawa si Mimi untuk diserahkan ke BKSDA Bali," terang Agus.

Owa Siamang Segera Jalani Translokasi

Agus menjelaskan, setelah diterima, pihaknya kini melakukan evaluasi terhadap satwa dilindungi asli Sumatera tersebut. Setelah evaluasi dan dinyatakan sehat, pihaknya akan melakukan tahapan translokasi ke sekolah Owa Siamang di Kalaweit, Sumatera Barat.

"Sekolah Owa Siamang ada di Kalaweit Sumatera Barat untuk dia belajar kembali menjadi liar dan siap untuk hidup di habitatnya," kata dia.