Polisi Bongkar Pemalsuan Nopol Rahasia 'RF' hingga untuk Anggota DPR

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 15:58 WIB
Polda Metro Jaya membongkar pemalsuan pelat rahasia DPR hingga RF (Yogi Ernes/detikcom)
Polda Metro Jaya membongkar pemalsuan pelat rahasia DPR hingga 'RF'. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya menangkap komplotan pelaku penipuan dan penggelapan terkait pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Komplotan ini diotaki oleh pelaku berinisial TA yang mengaku-aku sebagai anggota polisi yang bertugas di Mabes Polri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan kasus ini terungkap setelah pihaknya mendapatkan laporan dari seorang korban. Korban melaporkan uangnya Rp 70 juta ditilap oleh pelaku yang menjanjikan menerbitkan pelat nomor kode rahasia 'RF' dan DPR RI.

"Berdasar adanya laporan dari seseorang telah ditipu dan digelapkan uangnya sekitar Rp 70 juta untuk pembuatan STNK dan TNKB rahasia dari kepolisian. Juga dijanjikan untuk pembuatan STNK dan TNKB untuk nomor rahasia 'RF', 'QH', pelat anggota DPR," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Yusri mengatakan korban dan tersangka TA awalnya berkenalan di sebuah showroom mobil. Saat berkenalan TA mengaku sebagai polisi.

"Yang bersangkutan memang pernah bertemu berkenalan dari rekannya di salah satu showroom, kemudian berkomunikasi melalui WA. TA ini menjanjikan buat STNK dan TNKB yang disampaikan tadi, ngaku anggota Polri dari Mabes Polri, menyiapkan TNKB/STNK rahasia dan DPR," jelas Yusri.

Libatkan PHL Samsat Jabar

Dalam kasus ini, seorang pegawai harian lepas (PHL) di Samsat Jawa Barat ikut terlibat. Tersangka AK ini bertugas mencetak pelat nomor 'RF' dan DPR sesuai pesanan AT tadi.

"AK ini yang mencetak TNKB yang biasa kita kenal pelat mobil. Dari mana dia bisa dapat, karena yang bersangkutan bekerja sebagai PHL yang biasa diperbantukan di Samsat Jabar, jadi dia tahu bagaimana mekanisme pembuatan TNKB," papar Yusri.

Satu tersangka lainnya, yakni US, yang bertugas menyiapkan STNK 'aspal' sesuai pesanan tersangka TA.

"US ini perannya membuatkan STNK aspal (asli tapi palsu), kenapa aspal? STNK ini asli, kemudian dihapus sama dia, disesuaikan identitas kendaraan sesuai pesanan dari TA ini otaknya yang ngaku anggota Polri," kata Yusri.

Ketiganya ditangkap oleh Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin AKBP Handik Zusen, Kompol Ressa F Marasabessy, AKP Reza Pahlevi, AKP Adam M Pradana, Iptu Fajar Kiansantang dan Iptu Boy Rolando Andarek, pada 6 September lalu di 3 lokasi.

Tonton juga video blak-blakan Direktur Pidana Narkoba Mabes Polri soal penanganan narkoba di Indonesia berikut ini:

[Gambas:Video 20detik]





(mea/fjp)