KPK Telusuri Dugaan Gratifikasi di Kasus Pengadaan Lahan DKI

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 13:54 WIB
KPK akan segera memiliki gedung baru yang kini proses pembangunannya sudah masuk ke tahap akhir. Gedung KPK yang baru, sengaja dibangun dengan warna merah putih, sebagai simbol KPK milik Indonesia. Hasan Alhabshy
Gedung Merah Putih KPK (Foto: dok detikcom)
Jakarta -

KPK telah memeriksa Senior Manajer Divisi Keuangan dan Akuntansi Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Mohamad Wahyudi Hidayat sebagai saksi terkait kasus dugaan pengadaan lahan di Munjul, Jakarta Timur. KPK mendalami saksi tersebut soal adanya pemberian barang ke beberapa pihak di Perumda Sarana Jaya.

"Mohamad Wahyudi Hidayat (Senior Manajer Divisi Keuangan dan Akuntansi Perumda Pembangunan Sarana Jaya), yang bersangkutan hadir dan dikonfirmasi antara lain dengan dugaan adanya pemberian dalam bentuk barang dari PT AP (Adonara Propertindo) kepada pihak-pihak tertentu di Perumda Pembangunan Sarana Jaya," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (16/9/2021).

Ali mengatakan saksi tersebut diperiksa Rabu kemarin (15/9). Mohamad Wahyudi diperiksa sebagai saksi tersangka mantan Dirut Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan (YRC) dkk.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Salah satu tersangka tersebut adalah Yoory Corneles Pinontoan. Akhir-akhir ini, KPK juga telah menahan Direktur PT ABAM (Aldira Berkah Abadi Makmur) Rudy Hartono Iskandar.

Tersangka selanjutnya adalah Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian dan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene. Lalu, ada satu lagi yang dijerat sebagai tersangka, yaitu korporasi atas nama PT Adonara Propertindo.

Mereka diduga melakukan korupsi pengadaan tanah di Pondok Rangon, Jakarta Timur, tahun anggaran 2019. Kasus dugaan korupsi ini mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 152,5 miliar.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Perkara dugaan korupsi pengadaan lahan di DKI itu muncul ke permukaan setelah adanya dokumen resmi KPK yang mencantumkan sejumlah nama tersangka. Belakangan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menonaktifkan Yoory dari jabatannya itu.

Simak juga video 'Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik Diperiksa KPK, Apa Responsnya?':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)