Penyelundupan Narkoba Meningkat Spektakuler di Masa Pandemi

Deden Gunawan - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 13:24 WIB
Jakarta -

Penyelundupan narkoba di masa pandemi ternyata justru meningkat disbanding sebelumnya. Ini terlihat dari hasil tangkapan polisi di sejumlah tempat di Indonesia sejak Maret 2020 - Juli 2021. "Inilah anomali yang saya lihat khusus barang bukti narkotika jenis tertentu itu terjadi peningkatan yang sangat signifikan," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri, Brigjen Krisno H. Siregar dalam program blak-blakan di detikcom, Rabu (16/9/2021).

Narkoba jenis tertentu yang dimaksud Krisno adalah jenis sabu. Dari data yang dimiliki Mabes Polri narkoba jenis sabu yang berhasil disita pada 2019 jumlahnya sebanyak 2,7 ton. Jumlah penyitaan sabu meningkat secara drastis pada 2020 yang mencapai 6,7 ton.

"Maret pertengahan 2020, ketika Presiden menetapkan Indonesia pandemi Covid-19 terjadi peningkatan 107 persen. Nah, lebih spektakuler lagi 2021 yang baru berjalan beberapa bulan jumlahnya melebihi tangkapan selama satu tahun (2020) yakni mencapai 7,1 ton sabu pada Juli. Itu belum tangkapan BNN," papar Krisno.

Dia menduga peningkatan itu karena untuk menggunakan narkotika jenis ini tidak harus selalu di tempat-tempat hiburan seperti diskotik atau karaoke yang dilarang beroperasi selama pandemi.

"Faktanya dari hasil operasi yang dilakukan para pengguna yang tertangkap baik umum mau pum selebriti menggunakannya di kos-kosan, apartemen, hotel, atau di rumahnya," ucap Krisno.

Soal sumber narkoba, lulusan Akpol 1991 itu menyebut masih berasal dari dua jaringan besar global, yakni Timur Tengah dan Afrika Barat. Krisno merujuk penangkapan di Pantai Timur Sumatera beberapa bulan lalu berasal jaringan dari Timur Tengah asal narkotikanya dari Afghanistan, Iran, dan Afrika Barat.

Sindikat lainya bersal dari kawasan Segitiga Emas, seperti Myanmar yang bekerja sama dengan sindikat- sindikat lokal seperti di Aceh, Jakarta, bahkan dari negara tetangga seperti Malaysia.

"Jaringan yang kami tangkap ini mereka menguasai pasar. Kalau tempat produksi utama itu Golden Triangle yakmi Myanmar, Laos, dan Kamboja. Myanmar jadi sumber sabu yang banyak masuk itu dari situ," kata Krisno.

Barang-barang haram itu sebagian besar masuk ke Indonesia melalui laut ada pula yang lewat kargo. Indonesia sebagai negara kepulauan diakui Krisno merupakan tantangan tersendiri bagi polisi untuk mencegah masuknya narkoba.

(ddg/jat)