Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba Internasional, 14 Ribu Butir Ekstasi Disita

Rhaka Arliyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 19:28 WIB
Jumpa pers Bareskrim Polri soal pengungkapan jaringan narkoba internasional
Jumpa pers Bareskrim Polri soal pengungkapan jaringan narkoba internasional. (Rhaka Arliyanto Darmawan/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap jaringan narkoba internasional dari Jerman, Belgia, dan Indonesia. Aparat kepolisian berhasil menggagalkan penyelundupan dan menyita 14 ribu butir ekstasi.

"Pengungkapan narkoba jenis ekstasi jaringan Belgia, Jerman, hampir 14 ribu jumlahnya. Ini merupakan jaringan Belgia-Jerman yang telah diamankan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bekerja sama dengan Bea-Cukai," tutur Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar kepada wartawan, Kamis (3/6/2021).

"Dengan barak bukti berupa ekstasi warna biru dengan logo 'Punisher' sebanyak seribu butir, " tambah Krisno.

Dua tersangka yang berinisial SR dan IY berhasil ditangkap saat hendak melakukan transaksi di daerah Jakarta Pusat pada Senin (24/5). Setelah itu, penyidik melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan sebanyak 9.000 butir ekstasi.

Krisno mengungkapkan rencananya ekstasi tersebut akan diedarkan di area Cengkareng, Jakarta Barat, atas perintah tersangka lainnya EM dan MR.

Tim Subdit IV mencari MR dan EM, lalu berhasil menangkap keduanya di daerah Cipinang, Jakarta Timur. Lebih lanjut, Krisno menjelaskan pihaknya masih mencari otak di balik jaringan internasional tersebut dan sudah berstatus DPO.

Polisi juga berhasil mengamankan kelima tersangka pengedar ekstasi lainnya di daerah Bogor, Jawa Barat. Di mana sebelumnya, Krisno bersama timnya menerima informasi akan ada transaksi narkoba dari Belgia ke daerah Bogor.

Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita 3.865 butir ekstasi dari tangan pelaku.

"Seluruh barang bukti diselundupkan melalui pengiriman barang dari Jerman dan Belgia," tutur Krisno.

Atas perbuatannya, seluruh tersangka dijerat Pasal 112 ayat 2, Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

(lir/lir)