Santri Tutup Telinga Saat Ada Musik, Ini Komentar Yenny Wahid hingga MUI

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 12:35 WIB
Santri Tutup Telinga Saat Ada Musik, Ini Komentar Yenny Wahid hingga MUI
Santri Tutup Telinga Saat Ada Musik, Ini Komentar Yenny Wahid hingga MUI (Foto: detikcom/Thinkstock)
Jakarta -

Santri tutup telinga saat ada musik menjadi perbincangan hangat di media sosial. Video ini turut dikomentari sejumlah pihak, mulai dari MUI hingga anggota DPR.

Awalnya, video ini beredar dan ramai dibagikan ulang di media sosial. Ada sekelompok orang yang disebut sebagai santri tampak menutup telinga. Perekam video yang diduga adalah guru atau ustaz mereka mengatakan bahwa para santri tutup telinga karena ada alunan musik di sana.

Lokasi dan waktu video santri tutup telinga saat ada musik itu tidak diketahui persis. Asal santri-santri itu juga tidak disebutkan.

Viralnya video santri tutup telinga saat ada musik ini ditanggapi sejumlah pihak. Berikut rangkumannya:

Santri Tutup Telinga Saat Ada Musik, Ini Tanggapan Wasekjen MUI

Wakil Sekjen MUI M Ziyad mengatakan video yang beredar perlu dipertegas peristiwanya. Dia juga mengingatkan hal ini bukan menjadi paham radikal yang melarang musik. Jadi, Ziyad merasa video ini perlu dibereskan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

"Di dalam berita itu, tidak dijelaskan di mana posisi santri itu. Ini perlu juga di-clear-kan," ujar Ziyad saat dihubungi detikcom, Selasa (14/9).

Di sisi lain, dia juga memaklumi video santri tutup telinga. Sebagai pengajar tahfiz Alquran, dia menilai santri perlu menghindari hal-hal yang dapat merusak hafalannya.

"Anak santri ini memang dijaga betul hafalan Al-Qur'an-nya termasuk jangan sampai mendengarkan hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi hafalan-nya. Itu salah satunya itu adalah musik. Suara-suara, nggak hanya musik saja gitu," katanya.

Santri Tutup Telinga, Begini Komentar PP Muhammadiyah

PP Muhammadiyah pun ikut berkomentar terkait video santri tutup telinga. Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad menilai semua orang berhak menyukai atau tidak menyukai musik. Hal ini sejalan dengan selera musik orang yang cenderung berbeda.

"Kenapa usil harus ada komentar-komentar negatif, sah-sah saja orang menyukai musik atau tidak menyukai musik itu adalah urusan masing-masing," ujar Dadang kepada wartawan, Selasa (14/9).

Dia juga menilai beredarnya video santri tutup telinga diduga karena beberapa hal. Salah satunya selera musik yang diputar berbeda dengan selera musik santri. Dugaan lainnya adalah santri tengah fokus menjaga hafalan, sehingga hafalannya khawatir buyar karena musik yang didengar.

"Santri itu mungkin sedang konsentrasi terhadap hafalannya jadi takut terbuyarkan oleh suara musik," ungkap Dadang.

Komentar anggota DPR hingga Yenny Wahid soal santri tutup telinga saat ada musik dapat disimak di halaman berikutnya.