Yenny Wahid: Santri Tutup Telinga Saat Ada Musik Bukan Indikator Radikal

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 14:52 WIB
Yenny Wahid
Foto: Instagram @yennywahid
Jakarta -

Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid ikut mengomentari video santri yang dinarasikan menutup telinga saat ada musik. Menurut Yenny, tindakan itu bukanlah indikator bahwa mereka radikal.

Yenny mengaku banyak yang memberi kritik tindakan rombongan santri yang menutup telinga saat mendengarkan musik di acara vaksinasi. Di akun Instagram-nya, Yenny menyampaikan dua catatannya.

Catatan pertama, dia memberikan apresiasi kepada pihak pesantren yang memberikan vaksin COVID-19 kepada santrinya.

"Saya senang para gurunya mengatur agar mereka divaksinasi. Dengan divaksin, mereka bukan saja melindungi dirinya, tetapi juga orang-orang di sekelilingnya dari ancaman COVID-19," ucapnya, seperti dilihat di akun Instagram Yenny Wahid, Rabu (15/9/2021).

Kemudian, catatan kedua, Yenny menyebut bahwa menghafal Al-Qur'an tidaklah mudah. Memang perlu upaya yang sangat berat agar hafalan tetap terjaga.

"Menghafal alquran bukan pekerjaan yang mudah. Kawan baik saya Gus Fatir dari pesantren @ponpespi_alkenaniyah belajar menghafal alquran sejak usia lima tahun. Beliau mengatakan bahwa memang dibutuhkan suasana tenang dan hening agar lebih bisa berkonsentrasi dalam upaya menghafal alquran," katanya.

"Jadi kalau anak-anak ini oleh gurunya diprioritaskan untuk fokus pada penghafalan alquran dan diminta untuk tidak mendengar musik, itu bukanlah indikator bahwa mereka radikal," ucapnya.

Untuk itu, Yenny mengajak masyarakat tidak langsung menilai buruk santri tersebut. Apalagi menilai bahwa hal itu adalah bentuk radikal.

"Yuk kita lebih proporsional dalam menilai orang lain. Janganlah kita dengan gampang memberi cap seseorang itu radikal, seseorang itu kafir dll," ucap Yenny.

Bagi Yenny, pelabelan radikal bisa membuat konflik antarmasyarakat. Yenny meminta setiap orang, khususnya muslim, menghargai kepercayaan dan nilai yang dianut oleh muslim lain.

"Menyematkan label pada orang lain hanya akan membuat masyarakat terbelah. Mari kita belajar untuk lebih saling mengerti satu sama lain, dan itu bisa dimulai dengan memahami dan menerima bahwa nilai yang kita anut tidak perlu sama untuk bisa tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia," katanya.

Di akhir tulisan postingannya, Yenny Wahid memberikan semangat kepada para santri yang sedang menghafal Al-Qur'an. "Buat adik-adik ma'had tahfidz, semangat terus ya dalam upaya menghafal Al Quran. Semoga Allah SWT memberikan barokah berlimpah untuk kalian semua," ucapnya.

(aik/tor)