Muhammadiyah: Pernyataan Letjen Dudung soal Agama Perlu Diperbaiki

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 08:02 WIB
Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H Dadang Kahmad
Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad (Foto: dok. Muhammadiyah)
Jakarta -

Muhammadiyah menanggapi pernyataan Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman yang menyebut bahwa semua agama benar di mata Tuhan. Muhammadiyah menilai pernyataan Letjen Dudung perlu diperbaiki.

"Mungkin maksudnya baik itu ya ingin mengajarkan sikap toleransi kepada ada aparat, jajaran, cuma pernyataannya beliau perlu diperbaiki," ujar Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad kepada wartawan, Rabu (15/9/2021).

"Mungkin semua agama benar menurut kepercayaan masing-masing, penganut masing-masing, yang bagus sih (pernyataan) begitu. Kalau Tuhan kan tuhannya berbeda-beda," lanjutnya.

Dadang juga merespons pernyataan Dudung yang meminta jajarannya tak fanatik agama. Justru Dadang menyebut kefanatikan dalam agama itu perlu, tapi mesti didampingi dengan toleransi.

Pangkostrad,  Letjen TNI Dudung Abdurachman di Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Senin (13/9/2021).Pangkostrad, Letjen TNI Dudung Abdurachman di Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Senin (13/9/2021). (Foto: dok. Penerangan Kostrad)

"Kalau fanatik sih boleh, agama kan memang harus fanatik cuma penuh kasih sayang kepada orang lain, menghormati orang lain, kalau beragama harus fanatik, tidak merendahkan, tidak melecehkan, tidak menyebabkan orang terhina, oleh kita ya toleransi," terangnya.

Sebelumnya, pernyataan Letjen Dudung itu disampaikan saat mengunjungi Batalion Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Senin (13/9). Dudung mengunjungi Batalyon Zipur 9 Kostrad bersama Ketua Persit KCK Gabungan Kostrad Rahma Dudung Abdurachman.

Dudung mulanya meminta prajurit TNI AD bijak dalam bermedia sosial. Dia meminta mereka menghindari sikap fanatisme yang berlebihan terhadap agama. Sebab, menurutnya, semua agama sama di mata Tuhan Yang Maha Esa.

"Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan," kata Dudung, dikutip detikcom dari keterangan pers Penerangan Kostrad, Selasa (14/9).

Menag dan BPIP dukung Dudung. Simak di halaman berikutnya

Saksikan video 'Jokowi Minta Rektor Hati-hati, Ada yang Didik Mahasiswa Jadi Ekstremis':

[Gambas:Video 20detik]