Round-Up

Aksi Warga Rusia-Belanda Bobol ATM di Jakarta Berujung Jadi Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 07:56 WIB


Data Nasabah dari Telegram


Polisi menyebut sindikat ini mendapatkan data nasabah dari sebuah akun dari seseorang dengan user name 'Tokyo 1880' di aplikasi Telegram.

"Modusnya mereka menggunakan blank card yang sudah diisi data nasabah yang dia dapat dari link di atasnya melalui Tokyo 1880, ini yang DPO. Tapi kami sudah ketahui identitasnya," kata Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/9).

Ketiga pelaku ini mencuri data nasabah dengan sebuah alat deep skimmer. Alat itu biasanya ditempel di mesin ATM.

Alat tersebut nantinya bakal mengambil data kartu ATM nasabah. Data tersebut akan dimasukkan ke dalam blank card atau kartu kosong yang telah disiapkan oleh pelaku.

"Apabila sudah dipindahkan kemudian diserahkan ke pelaku ini untuk mengambil di ATM. Rata-rata ATM ada di Bekasi dan Jakarta yang sudah ditentukan oleh si pengendali yang DPO," terang Yusri.

Tips Aman Terhindar Skimming

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus skimming ini. Salah satu tips untuk mencegah skimming ini adalah dengan mengganti personal identification number (PIN) ATM secara berkala.

"Kami imbau secara berkala bisa mengganti PIN ATM kita, apakah sebulan sekali atau seminggu sekali. Itu lebih membuat security terhadap ATM," kata Auliansyah di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/9).


Tentang Deep Skimmer

Sementara itu, Auliansyah menjelaskan soal deep skimmer. Menurut Auliansyah, alat skimmer ini diletakkan pada mulut ATM yang tidak mudah dikenali oleh orang awam.

"Kalau dulu mungkin kelihatan alat skimmer itu, tapi sekarang makanya namanya deep skimmer karena sudah di dalam. Jadi kita orang awam tidak teliti bisa-bisa nggak ketahuan kalau ada yang menaruh alat deep skimmer di mulut ATM tersebut," terang Auliansyah.

"Saya imbau warga masyarakat pertama adalah bisa kita lihat pasti mereka mengganti keyboard-nya. Kalau kita jeli kelihatan berbeda dengan keyboard aslinya di mesin ATM tersebut tapi menyerupai. Itu salah satu kelemahan kita ketika cepat-cepat gunakan ATM akhirnya bisa disedot data tersebut," tambahnya.

Atas dasar itu Auliansyah menilai masyarakat perlu melakukan tindakan preventif berupa penggantian PIN ATM secara berkala.

"Mereka tidak bisa mengganti data-data tersebut karena kita sudah ganti PIN ATM," ujar Auliansyah.


(mei/mei)