ADVERTISEMENT

Unggah Pelihara Satwa Dilindungi Owa Siamang, Bupati Badung Bali Dikecam

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 16:38 WIB
Bupati Badung, Bali I Nyoman Giri Prasta dikecam gegara mengunggah hewan peliharan miliknya yang ternyata merupakan satwa dilindungi, yakni owa siamang (symphalangus syndactylus). (dok. Istimewa)
Bupati Badung Bali I Nyoman Giri Prasta dikecam gegara mengunggah hewan peliharan miliknya yang ternyata merupakan satwa dilindungi, yakni owa siamang (Symphalangus syndactylus). (dok. Istimewa)
Badung -

Bupati Badung Bali I Nyoman Giri Prasta dikecam gegara mengunggah hewan peliharaan miliknya yang ternyata merupakan satwa dilindungi, yakni owa siamang (Symphalangus syndactylus). Unggahan Giri itu menuai kecaman, khususnya dari warganet.

Dilihat detikcom, Rabu (15/9/2021), Giri mengunggah video dirinya bersama hewan peliharaannya itu.

"Ini namanya Mimi, jadi kita rawat dengan baik, kita sudah beri obat semua dan sekarang saatnya dia saya mengajarkan untuk berjalan. Miminya berjalan, Mimi-nya bergelayut. Ayo Mimi, yuk berjalan," tulis Giri dalam unggahan videonya itu.

Postingan itu telah dihapus Giri. Tapi, sebelum dihapus, warganet sudah terlebih dulu memberikan kecaman.

Setelah postingan dihapus, Giri mengunggah video lainnya yang berisi pengembalian satwa tersebut ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.

detikcom telah mencoba menghubungi Giri Prasta melalui telepon maupun pesan singkat. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.

Sementara itu, Kepala BKSDA Bali Agus Budi Santosa menjelaskan bahwa satwa tersebut dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 tentang perubahan kedua atas Permen LHK Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi. Pihaknya telah menerima satwa tersebut dari Giri Prasta.

"Pada hari ini menerima penyerahan satwa dilindungi Undang-Undang oleh I Nyoman Giri Prasta Satwa yang diserahkan berupa owa siamang (Symphalangus syndactylus) sebanyak satu ekor berjenis kelamin betina dengan umur 2 bulan," jelasnya.

Sesuai dengan peraturan yang berlaku, satu ekor owa siamang tersebut akan dilepasliarkan di hábitat aslinya di Provinsi Sumatera Barat. Namun sebelum itu, lebih dulu dilakukan rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Owa di Kalaweit, Sumatera Barat.

"Sebelum dilaksanakan translokasi satwa tersebut ke Provinsi Sumatera Barat, terlebih dahulu dilaksanakan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan bahwa satwa tersebut dalam kondisi sehat," terangnya.

"Owa siamang ini adalah salah satu satwa yang dilindungi undang-undang, untuk itu masyarakat yang memiliki atau merawat agar menyerahkan atau melaporkan kepada Balai KSDA Bali," pintanya.

(nvl/nvl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT