PPKM Level 4 Jawa Tengah Cuma 1 Lokasi, di Mana?

Arinta Putri Anggraini - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 11:19 WIB
PPKM Level 4 Jawa Tengah Cuma 1 Lokasi, di Mana?
PPKM Level 4 Jawa Tengah Cuma 1 Lokasi, di Mana? -- ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

PPKM Level 4 Jawa Tengah kembali muncul di masa perpanjangan PPKM Jawa Bali terbaru. Aturan ini berlaku mulai 14 September hingga 20 September 2021 mendatang.

Diketahui sebelumnya seluruh daerah di Jawa Tengah sempat terbebas dari PPKM level 4. Namun kini ada daerah yang kembali masuk kategori tersebut.

Untuk mengetahui kabar terbaru soal PPKM level 4 Jawa Tengah, detikcom merangkumkan informasinya berikut ini.

PPKM Level 4 Jawa Tengah: Kabupaten Brebes

PPKM level 4 Jawa Tengah kini kembali bertambah, setelah sebelumnya sempat nol. Penambahan tersebut tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 42 tahun 2021.

Mengacu pada Inmendagri, satu-satunya daerah di Jawa Tengah yang kembali masuk level 4 adalah Kabupaten Brebes. Padahal di periode PPKM sebelumnya, Kabupaten Brebes sudah berada di level 3.

PPKM Level 4 Jawa Tengah: Ini Kata Ganjar

Kabupaten Brebes menjadi satu-satunya daerah yang masuk PPKM level 4 Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjelaskan beberapa penyebab kenapa Brebes bisa ada di level 4 PPKM, salah satunya adalah disiplin protokol kesehatan yang berkurang karena euforia penurunan kasus COVID-19.

"Maka semua saya omongkan, tidak hanya Brebes, ya. Jangan euforia dulu," ujar Ganjar di kantornya, Selasa (14/9/2021).

Ganjar mengungkapkan soal euforia turunnya kasus COVID-19 sempat ditemukan langsung di Kabupaten Grobogan. Dia terus menyerukan kepada warga di tiap daerah untuk selalu waspada.

"Kemarin saya bubarkan satu tempat, di Grobogan kalau tidak salah. Lho Bu Bupati ini gimana?, 'siap pak, sudah kita ngandani (beri tahu) tapi angel (susah) karena mereka alesannya sudah level turun'. Padahal level turun tidak berarti mereka bebas seperti itu," ungkapnya.

Menurut Ganjar, penyebab lainnya kenapa masih ada daerah yang ada di level 4 PPKM yakni karena penerimaan vaksinasi COVID-19 yang belum tinggi. Ganjar meminta agar tiap wilayah dapat menghabiskan stok vaksin yang diterima dalam sehari.

"Ini Sragen bisa, maka yang lain harus bisa. Sehari anda terima, maka hari itu juga habis dan itu ternyata nggak cukup sulit. Karena dia harus memetakan saja titik-titik untuk vaksinnya termasuk vaksinatornya. Ini hanya butuh satu aja, mau. Nanti kalau cepat, aman," kata Ganjar.

PPKM Level 4 Jawa Tengah: Brebes Terlambat dalam Input Data Corona

Kabupaten Brebes diketahui terlambat (delay) dalam menginput data laporan COVID-19 yang menyebabkan kenaikan akumulasi jumlah kematian dan kasus positif. Masalah ini dinyatakan langsung oleh Bupati Brebes Idza Priyanti. Dia langsung melaporkan ke pemerintah provinsi Jateng dan menyebutkan angka kematian periode 7-13 September ada 90 orang, sedangkan kasus positif mencapai 152 orang.

"Dalam laporan Brebes angka kematian dan kasus positif masih tinggi. Selama 7 hingga 13 September 2021 terdapat 90 kasus kematian dan 152 kasus positif. Hal ini karena ada data delay yang dimasukkan bulan September, yaitu data Juni, Juli sampai Agustus. Data bulan-bulan itu baru masuk bulan September," ungkap Idza kepada wartawan di rumah dinasnya, Selasa (14/9/2021).

Informasi lebih lanjut soal PPKM level 4 Jawa Tengah dapat dilihat di halaman selanjutnya.

PPKM Level 4 Jawa Tengah: Alasan Terlambat Input Data

Idza Priyanti mengungkapkan alasan terlambat dalam input entry data dikarenakan petugas rumah sakit yang mengurus laporan tidak rutin melaporkan kasus Corona tiap harinya. Padahal, seorang petugas pelapor harus input kasus Corona setiap hari, mulai dari data vaksin COVID-19, bed occupancy rate (BOR), kasus positif, hingga angka kematian.

"Seharusnya entry data dilaporkan setiap hari oleh petugas rumah sakit, seperti data vaksin, BOR, konfirmasi positif dan data lainnya. Contohnya pada kasus konfirmasi positif COVID-19 di Brebes dari tanggal 7-13 September sebanyak 152 orang padahal di lapangan hanya 45 orang. Kemudian kasus kematian yang tercatat 90, kenyataannya hanya 4 orang selama sepekan kemarin," ujarnya.

Idza juga menambahkan bahwa angka kematian mencapai 90 orang dan kasus positif 152 orang dalam sepekan kemarin adalah hasil akumulasi sejak Juni, Juli dan Agustus. Dia menyayangkan kejadian ini, dan akhirnya dia memanggil 14 direktur rumah sakit dengan membawa tugas pelapor data agar tidak terjadi kesalahan lagi, hal ini dilakukan sesuai arahan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

"Itu karena data yang setiap hari harusnya diinput dan dilaporkan oleh petugas rumah sakit tapi tidak dilakukan. Mungkin karena mereka kewalahan atau belum sempat dilaporkan. Sehingga sesuai arahan Gubernur saya undang para direktur rumah sakit sebanyak 14 orang dengan membawa petugas yang akan mengentri data itu. Biar ini tidak terulang lagi," tegasnya.

Kini PPKM Level 4 Jawa Tengah dan sejumlah informasi terbarunya sudah diketahui. Yuk tetap disiplin protokol kesehatan agar seluruh daerah terbebas dari COVID-19.

(izt/imk)