BRIN Ungkap Rencana Bangun Bandar Antariksa, Morotai-Biak Kandidat Lokasi

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 14 Sep 2021 18:51 WIB
Kepala LIPI Laksana Tri Handoko
Laksana Tri Handoko (Grandyos Zafna/detikcom)

Dari sisi lahan, sebisa mungkin bandar antariksa dibangun di daerah dengan akses transportasi yang cukup memadai. Jadi bisa mempermudah pada saat dibutuhkan logistik dan mobilitas manusia.

"Tentu ada dukungan infrastruktur terkait utilitas, air tawar, listrik dan komunikasi. Sebisa mungkin jauh dari lokasi para nelayan yang beraktivitas di lepas pantai. Perlu menjamin keselamatan, saat peluncuran ada potensi drop zone roket, jauh dari lokasi penerbangan komersial dan tegangan tinggi," ucap Handoko.

"Untuk itu, dengan mempertimbangkan yang nanti akan saya sampaikan, ada secara umum, ada dua kandidat utama yang dipilih berdasarkan aspek tersebut, ada Pulau Morotai dan Pulau Biak," sambungnya.

Handoko juga menyampaikan kebutuhan pembiayaan. Untuk 5 tahun pertama diperlukan biaya persiapan, di antaranya untuk amdal, pembebasan lahan, serta penyediaan utilitas dan infrastruktur minimal untuk mendukung bandar antariksa.

"Pada saat ini, proses yang telah dilakukan, kajian pembuatan naskah urgensi, penentuan lokasi, kemudian committed user. Ini jadi poin penting. Ini yang akan menentukan sejauh mana bandar antariksa kita memiliki potensi bisnis dan potensi ekonomi yang memadai, sehingga bisa kita operasikan secara berkesinambungan secara jangka panjang," ungkap Handoko.

"Kemudian dilanjutkan feasibility studies, pengoperasional, secara bersamaan dilakukan pembangunan setelah diperoleh amdal dan dibuat masterplan-nya. Semua proses tersebut sedang kami lakukan, kami carry over dari Lapan untuk dieksekusi di bawah BRIN," lanjutnya.

Kajian awal proses saat ini penentuan lokasi, khususnya di daerah Biak, telah dilakukan survei lokasi. Di sana diperoleh beberapa lokasi alternatif di daerah yang menjadi bahan pertimbangan tim teknis.


(rfs/zak)