2 BMW Adik Benny Tjokro Disita Kejagung Terkait Skandal ASABRI

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 14 Sep 2021 16:53 WIB
Stok Ilustrasi Kejagung
Kejaksaan Agung (Dhani Irawan/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita 2 mobil BMW dari Presiden Direktur PT Rimo International Lestari Teddy Tjokrosapoetra. Teddy diketahui merupakan adik dari tersangka kasus ASABRI, yaitu Benny Tjokrosaputro.

"(Menyita) dokumen dan 2 mobil BMW," kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Supardi, saat dimintai konfirmasi, Selasa (14/9/2021).

"Teddy adiknya Benny," imbuhnya.

Mobil BMW tersebut disita dari Teddy atas nama PT Rimo International Lestari. Adapun mobil yang disita itu akan digunakan kejaksaan sebagai ganti rugi kerugian keuangan negara.

"(Mobil BMW) atas nama PT Rimo disita dari Teddy," kata Supardi.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Presiden Direktur PT Rimo International Lestari Teddy Tjokrosapoetra sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan investasi di PT ASABRI. Teddy langsung ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung.

"Hari ini penyidik pada Jampidsus kembali menetapkan satu orang tersangka dengan inisial TT selaku Presiden Direktur PT Rimo International Lestari Tbk," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam jumpa pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (26/8).

Leonard menerangkan Teddy diduga berafiliasi dengan terdakwa Benny Tjokrosaputro. Leonard menyebut Teddy memiliki hubungan darah dengan Bentjok.

"Yang diduga telah turut serta melakukan perbuatan bersama-sama dengan terdakwa Benny Tjokro, punya hubungan darah," kata Leonard.

Leonard mengatakan Teddy juga dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait kasus ASABRI. Teddy disangkakan melanggar pasal primer Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, ada tujuh terdakwa yang telah disidangkan, yaitu mantan Dirut ASABRI Mayjen Purn Adam Rahmat Damiri dkk, yang didakwa korupsi hingga merugikan negara Rp 22,7 triliun. Adam didakwa bersama tujuh terdakwa lainnya.

Adapun ketujuh terdakwa lainnya adalah:
- Letjen Purn Sonny Widjaja sebagai Direktur Utama PT ASABRI periode 2016-2020
- Bachtiar Effendi sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT ASABRI periode 2012-2015
- Hari Setianto sebagai Direktur Investasi dan Keuangan PT ASABRI periode 2013-2019
- Lukman Purnomosidi sebagai Presiden Direktur PT Prima Jaringan
- Heru Hidayat sebagai Presiden PT Trada Alam Minera
- Benny Tjokrosaputro sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk
- Jimmy Sutopo sebagai Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relations

Selain itu, 10 perusahaan manajer investasi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung. Berikut ini tersangka korporasi manajer investasi tersebut:

1. Korporasi PT IIM;
2. Korporasi PT MCM;
3. Korporasi PT PAAM;
4. Korporasi PT RAM;
5. Korporasi PT VAM;
6. Korporasi PT ARK;
7. Korporasi PT OMI;
8. Korporasi PT MAM;
9. Korporasi PT AAM;
10. Korporasi PT CC.x

(yld/dhn)